Hal itu disampaikan oleh Ketua IDI Cabang Salatiga dr. Widodo S Pd beserta perwakilan dokter saat audiensi dengan walikota Yuliyanto di Rumah Dinas Wali Kota.
Widodo mentakankan, selama pandemi sudah bekerja keras melayani pasien. “Ada diantara kami yang sakit dan bahkan ada yang dipanggil Tuhan dalam tugas di masa pandemi ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini IDI belum memiliki homebase. Sehingga selalu bergantian berpindah ketika kepengurusan berganti. Pihaknya berniat membangun sekretariat untuk memaksimalkan kegiatan terkait pengabdian kepada masyarakat. "Kami juga berkomitmen untuk selalu bekerjasama dengan pemerintah dalam setiap langkah kerja kami,” tambahnya.
Sesepuh IDI dr Kuadiharto menambahkan, sejak berdiri organisasi IDI belum juga memiliki sekretariat. Sebenarnya IDI selama ada di kota ini atau 27 tahun belum punya homebase. Dalam kesempatan ini kami mohon bantuan kepada Pemerintah Kota Salatiga untuk mewujudkan itu. "Agar gerak dan langkah pengabdian kami kepada masyarakat berjalan baik. Kesempatan baik ini berharap untuk bisa dibantu bapak walikota,” imbuh dr Kuadiharto.
Wali Kota Salatiga Yuliyanto sementara memberikan solusi pinjam tempat kepada Pemkot Salatiga. “Ini ada beberapa aset bekas sekolah atau kantor yang kosong bisa dipakai dengan sistem sewa,” katanya. (sas/fth) Editor : Agus AP