Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris mengatakan, Tim Sibat adalah warga yang menyatakan diri sebagai TSR atau relawan PMI yang melakukan kesiapsiagaan dan tanggap bencana. Mereka dilatih untuk mengolah bahan sampah organik menjadi hasil olahan yang bermanfaat.
“Mohon diikuti dengan baik, dan bisa diterapkan di lingkungan masing-masing,” pesan Muh Haris usai membuka Pelatihan Pembuatan Cairan Eco Enzyme, di Kantor PMI Kota Salatiga, Rabu (29/9).
Haris menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan program Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM). Sebuah program pemberdayaan masyarakat untuk mengambil tindakan inisiatif dalam mengurangi dampak bencana yang terjadi.
Kegiatan ini akan mengoptimalkan semua potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat untuk melindungi kehidupan lingkungan sekitar.
Adanya KBBM tersebut, Menurutnya akan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.
“Di masa pandemi semua berperan, tim Sibat harus bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa mengolah sampah organik rumah tangga menjadi bahan bermanfaat sebagai bahan desinfektan mandiri sebagai cara untuk mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan rumah tangga,” tambah Wawali.
Sebagai informasi, Eco Enzyme atau Garbage Enzymes adalah cairan yang didapat dari fermentasi sampah organik rumah tangga dengan mempercepat reaksi bio kimia. Sehingga hasil olahan dari sampah tersebut bisa bermanfaat.
Seperti bahan desinfektan alami, handsanitiser, pupuk organik, obat luka, sebagai pembersih udara dari virus, hingga sebagai cairan pembersih. (sas/zal)
Editor : Agus AP