Sebarkan Nilai Moderasi Beragama

Agus AP • Dipublikasikan Senin, 7 September 2020 | 19:26 WIB
IAIN Salatiga meresmikan Center for Wasathiyah Islam. (Dhinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)
IAIN Salatiga meresmikan Center for Wasathiyah Islam. (Dhinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga meresmikan Center for Wasathiyah Islam. Konsep tersebut sejalan dengan visi Kota Salatiga sebagai City of Harmoni dan mandat Kementerian Agama (Kemenag) untuk membumikan moderasi beragama.

"Sebagai satker di bawah Kementerian Agama, kami akan berusaha meneruskan misi besar untuk menciptakan Islam yang wasathiyah," ujar Rektor IAIN Prof Zakiyuddin dalam sambutannya.

Dirinya berharap IAIN Salatiga terus menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama yang diprioritaskan oleh Kementerian Agama.  Serta dapat bekerja sama dengan Pemkot Salatiga untuk meningkatkan dan menjaga branding The City of Harmony.

"Visi dari UIN Salatiga sendiri diturunkan dari kata wasathiyah itu sendiri, yaitu menjadi pusat keluhuran moderasi Islam, pusat keluhuran saintek dan seni, serta keluhuran martabat kemanusiaan," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wamenag KH. Zainut Tauhid menjelaskan bahwa pesan moderasi beragama dalam Islam sejatinya mengakarkan nilai-nilai kebaikan dan kedamaian. Islam sebagai rahmat semesta alam hanya akan dapat terwujud jika masyarakat dapat menerapkan Islam wasathiyah.

Di era disrupsi ini, nilai-nilai luhur mulai luntur karena kecepatan perkembangan teknologi dan ketidak-bijakan masyarakat memanfaatkannya. Intoleransi akan terjadi karena perubahan cara komunikasi, yang awalnya kita berkomunikasi dengan tatap muka, sekarang banyak komunikasi di dunia maya yang lebih mengandalkan emosi.

“Jika tidak dilakukan tabayun, informasi yang bebas diakses dapat mengecoh dan menyebabkan konflik," jelasnya.

Moderasi beragama, menurut Wamenag, dapat menjadi salah satu solusi mengatasi hal tersebut. "Saya berharap Center for Wasathiyah Islam di IAIN Salatiga bisa jadi pusat untuk belajar, meneliti, dan menganalisis secara strategis moderasi beragama," harapnya. (sas/zal/bas)

  Editor : Agus AP
IAIN Berita Semarang