Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Dikado Lagu “Alun-Alun Solotigo”

Agus AP • Jumat, 24 Juli 2020 | 23:06 WIB
Karikatur Walikota dan Wakil Walikota Salatiga
Karikatur Walikota dan Wakil Walikota Salatiga
RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Ning alun alun Solotigo. Janjimu lungo ra nganti sedino. Ning alun alun Solotigo. Tak enteni kowe teko. Ini adalah petikan lagu Jawa berjudul “Alun-Alun Solotigo” dari Widi Nugroho. Lagu ini menjadi kado istimewa Hari Jadi ke-1270 Salatiga yang jatuh pada Jumat (24/7) hari ini. Lagu yang menceritakan perpisahan pasangan kekasih di Alun-Alun Salatiga ini diciptakan secara khusus oleh Widi yang merupakan vokalis Hello Band.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto sangat mengapresiasi kado ulang tahun dari Widi Nugroho tersebut. Menurutnya, karya kreatif ini tentu menjadikan semangat terus membara karena memiliki putra Salatiga yang membanggakan.

“Semoga dengan lagu ini, Salatiga semakin dikenal baik masyarakat sendiri dan di luar. Ini pasti sebagai obat kangen. Sekarang Mas Widi pulang kampung dan berkarya untuk Salatiga,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Photo
Photo


Dikatakan Yuliyanto, peringatan hari jadi kali ini dirayakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. HUT dirayakan dengan penuh kesederhanaan dan keprihatinan akibat pandemi Covid-19. Meski begitu, kata wali kota, hal itu tidak mengurangi kekhidmatan dalam mensyukuri rahmat dan anugerah yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Selama pandemi, lanjut dia, berbagai program dan kebijakan penanganan Covid-19 digulirkan Pemkot Salatiga. Mulai pemberian bantuan sembako, uang tunai, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, rapid test masal dan penataan 868 pedagang Pasar Pagi juga dilakukan. Bahkan, hal ini mendapat apresiasi dari berbagai lapisan, termasuk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Presiden Joko Widodo, dan berbagai media nasional maupun internasional.

Di sisi lain, stimulus juga diberikan. Di antaranya, stimulus pajak perhotelan, pajak restoran, pajak air tanah, retribusi rusunawa, rekening air, PBB-P2, dan lain sebagainya.

Terkait kasus Covid-19, lanjut Yuliyanto, untuk memberikan transparansi, pemerintah selalu berupaya mempublikasikan data jumlah Kasus Kontak Erat, Kasus Suspek, dan Kasus Konfirmasi. Hal ini dilakukan dalam upaya melakukan tindakan preventif yang masif.

“Untuk itu, pemkot akan lebih mudah mengambil langkah-langkah penanganan yang terukur, tepat guna, tepat sasaran, dan tepat manfaat,” kata Yulianto.

Dari sisi regulasi, Pemkot Salatiga juga telah mengesahkan Peraturan Wali Kota Salatiga Nomor 17 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Salatiga. Perwali ini mengatur hak, kewajiban, dan larangan selama masa adaptasi berlangsung. Dengan Perwali ini, ia berharap masyarakat dapat memahami, mematuhi dan melaksanakan.

Diakui, pandemi yang belum berakhir dan situasi penyebarannya sudah hampir menjangkau seluruh wilayah ini membuat dampak pada hampir semua aspek. Baik politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Meski begitu, kata dia, tidak bisa terus-menerus melakukan pembatasan aktivitas. Justru sebaliknya, harus kembali produktif di dalam tatanan hidup baru, dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Adaptasi kebiasaan baru ini dimaksudkan supaya masyarakat tetap dapat bekerja, belajar, serta beraktivitas secara produktif dan aman di era pandemi Covid-19. Namun tetap menjadikan protokol kesehatan sebagai norma sosial dan norma individu baru dalam kehidupan sehari hari. “Jika kebiasaan baru tidak dilakukan secara disiplin atau hanya dilakukan oleh sekelompok orang saja, maka hal ini bisa menjadi ancaman pandemi gelombang kedua,” tegasnya.

Karena itulah penerapan “empat sehat lima sempurna”, yakni sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, jaga jarak, istirahat cukup dan rajin olahraga, serta makan makanan bergizi seimbang harus dilakukan. Dari semua hal itu, yang terpenting adalah kesadaran diri pribadi. Ia mengajak masyarakat untuk terus produktif.


Di sisi lain, wali kota menyampaikan terima kasih kepada segenap jajaran TNI/Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang turut serta mengayomi dan mengedukasi masyarakat, serta menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang bergotong royong, guyub rukun, dalam upaya pengendalian penularan Covid-19. “Pandemi ini bukan hanya ujian bagi kualitas kesehatan, tetapi juga ujian keimanan dan solidaritas kita bersama,” tandasnya.

Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris mengatakan, kondisi di tengah pandemi tak boleh dijadikan sebagai alasan malas. Sebab, di sisa waktu kurang dua tahun paripurna, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Rencana Pembangunan (RPJMD) harus dijalankan sesuai target yang dicanangkan. Untuk itu, ia berharap masukan untuk membangun Salatiga lebih baik selalu dinanti.

“Saya senang ada masukan. Misalnya, ada yang bilang ke saya: ‘Pak, BLT jangan hanya sembako, tapi juga paket internet?’ Dengan masukan begitu, sesuai kebutuhan masyarakat kita bisa bantu,” katanya.

Meski di tengah pandemi, Pemkot Salatiga berhasil menurunkan angka kemiskinan. Meski begitu, pihaknya masih ingin menurunkan lagi agar masyarakat semakin sejahtera. Melihat tahun ini anggaran untuk kesehatan 33 persen di atas pendidikan, tentunya harus disadari karena memang kondisinya demikian.
Untuk itu, sesuai tema Hari Jadi ke-1270 yakni “Salatiga Tangguh dalam Era Adaptasi Kebiasaan Baru Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19”, pihaknya mengajak kepada seluruh elemen untuk terus berkontribusi dan terus berkarya, dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. (ifa/aro) Editor : Agus AP
#HUT Kota Salatiga