RADARSEMARANG.ID, PURWOREJO - Pemprov Jateng menobatkan Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, sebagai juara pertama Gelar Desa Wisata Jawa Tengah Tahun 2023. Desa di kaki perbukitan Menoreh itu menjadi terbaik di even itu.
Dewa Pandan, begitu akronim dari Desa Wisata Pandanrejo, merupakan lokasi yang kaya akan sumber daya alamnya.
Saat dilihat dari dekat, beragam potensinya benar-benar terasa. Selain alam yang menawan, kearifan lokal macam peternakan kambing peranakan etawa ras Kaligesing juga menjadi unggulan.
Pengelola Dewa Pandan, Kristian Eko Rahardityo membeberkan, desanya memang baru saja meraih juara di Gelar Desa Wisata Jateng. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng memberikan penilaian maksimal ke desanya.
"Dampak di Desa Pandanrejo pasca kami mendapatkan juara 1 Gelar Desa Wisata Jateng yang pasti impact-nya di dalam perekonomian masyarakat sangat jelas. Ada beberapa kunjungan instansi, kelompok ke Pandanrejo sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Eko, sapaannya, di desanya, akhir pekan ini.
Ia menjelaskan pula, beberapa instansi juga mulai berdatangan ke desanya untuk melakukan kerja sama, terutama instansi skala nasional.
Ada juga dari pihak biro perjalanan yang mulai melirik Dewa Pandan sebagai salah satu tujuan paket wisatanya. Serta adanya juga usulan penambahan fasilitas pendukung.
Kunjungan wisatawan juga mulai mengalami peningkatan pascapandemi. Beragam prestasi yang mereka raih mendorong bergairahnya desa wisata ini.
Seperti juara 1 di even gelar desa wisata tingkat Purworejo, juara 2 gelar desa wisata tingkat Jateng di tahun 2021, dan di tahun yang sama juara 2 di Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 tingkat nasional dan di tahun 2023 juara 1 Gelar Desa Wisata Jateng.
"Dengan adanya gelar-gelar tersebut meningkatkan minat dari masyarakat atau khalayak luas untuk berkunjung ke Desa Wisata Pandanrejo itu ada apa kok ada beberapa penghargaan yang masuk, atau nyantel," ujarnya.
Semakin banyak warga yang berkunjung ke desa juga memberikan dampak ekonomi yang baik kepada masyarakat setempat.
Mulai dari produk UMKM yang laku, tingkat keterisian homestay juga meningkat, destinasi yang pernah lesu akibat Covid kini kembali bergairah.
Adapun untuk omzet, Eko tak menyebut secara detail, mengingat basis desa wisata adalah berbasis komunitas, atau community based tourism. Sehingga aktivitas masyarakat setempatlah yang menjadi daya tarik wisata itu sendiri.
"Untuk omzetnya sendiri dari tahun ke tahun, Alhamdulillah, juga stabil, kecenderungan meningkat. Untuk beberapa bulan sekitar sampai Rp 10-15 juta untuk sekitar satu titik destinasi. Ada beberapa destinasi yang kurang atau yang lebih (omzet lebih dari Rp 10-15 juta per bulan). Tergantung wisatawannya mau milih di mana," bebernya lebih lanjut.
Dengan diraihnya juara 1 Gelar Desa Wisata Jateng tahun ini, berdampak pula dengan pemesanan wisatawan yang berdatangan.
Misalnya saja, sudah ada beberapa pihak yang sudah memesan untuk berkunjung hingga beberapa hari ke depan, termasuk sampai November 2023.
Ia meyakini, kemajuan Dewa Pandan tak lepas dari besarnya peran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Pertama, kami difasilitasi untuk jalan pariwisata yang ada di sebelah sana Bukit Sebutrong, sudah berstandar. Lebarnya sudah 3 meter. Itu sudah mensupport sirkulasi wisata yang ada di Pandanrejo. Ada juga di Kampung Cantik di tahun 2022 dibangun satu set pendapa, dan satu toilet," ujarnya menyebut sejumlah bantuan Pemprov Jateng yang bermanfaat untuk perkembangan desa wisatanya.
Pengunjung di tempat peternakan kambing peranakan etawa ras Kaligesing di Pandanrejo, Windy Astuti, mengaku ia berkunjung setelah tahu soal dari media sosial. Karena penasaran, ia pun datang ke lokasi. Ternyata memang seru berwisata di Pandanrejo.
"Seru banget kesannya berkunjung di Gori Dampyak (salah satu peternakan kambing ras Kaligesing) Diajak merah susu kambing. Saya jadi tahu rasanya susu kambing. Seger banget. Biasanya susu kambing prengus. Tapi ini segar dan tidak prengus," kata gadis yang sempat memerah susu kambing di lokasi.
Pengunjung salah satu objek wisata di Pandanrejo, Sebutrong, Nabila Alfiani Mafaikah merasakan udara sejuk di lokasi. Terlebih pohon pinusnya menjulang indah.
"Next time mau ke sini lagi. Menarik. Di sini itu masih asri, banyak pepohonan. Kalau mau foto-foto enak. Senang rasanya," kata Bila, panggilannya. (ahr/ida)
Editor : Tasropi