RADARSEMARANG.ID – Hari Nur Yulianto seperti belum selesai menulis kisahnya bersama PSIS Semarang. Setelah lebih dari satu dekade menjadi bagian penting Laskar Mahesa Jenar, penyerang asal Kendal itu kembali menghadirkan momen penting setelah mencetak gol penyama kedudukan saat PSIS menghadapi Semen Padang pada pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027.
Masuk sebagai pemain pengganti, Hari Nur mencetak gol pada penghujung pertandingan yang membuat PSIS terhindar dari kekalahan. Gol tersebut sekaligus menjadi penanda penting setelah dirinya kembali mengenakan seragam Mahesa Jenar pada musim 2026.
Kehadiran Hari Nur di lapangan menunjukkan bahwa pengalamannya masih bisa memberikan kontribusi bagi PSIS. Ketika pertandingan hampir berakhir dan PSIS tertinggal 0-1, penyerang senior tersebut mampu memanfaatkan kesempatan untuk mengubah keadaan menjadi 1-1.
Sebelum pertandingan menghadapi Semen Padang, data yang dirilis ILeague mencatat Hari Nur telah mengoleksi 69 gol dalam 183 penampilan bersama PSIS sejak bergabung pada Februari 2013. Tambahan satu gol di laga tersebut kemudian membuat catatan golnya bertambah, meski angka total karier bersama PSIS perlu mengacu pada sumber statistik resmi yang telah terverifikasi.
Baca Juga: Hari Nur Yulianto Pulang, Naluri Gol Legenda PSIS Belum Padam
Dari 2013 hingga Kembali Jadi Penentu
Perjalanan Hari Nur bersama PSIS bukan cerita singkat. Penyerang kelahiran Kendal tersebut bergabung dengan Mahesa Jenar pada 2013 dan selama bertahun-tahun menjadi salah satu pemain yang paling identik dengan klub kebanggaan Kota Semarang tersebut.
Perjalanannya bahkan melewati berbagai era kompetisi sepak bola Indonesia, mulai dari Divisi Utama, Liga 2 hingga Liga 1. Dalam rentang waktu tersebut, Hari Nur menjadi bagian dari sejumlah momen penting PSIS, termasuk ketika klub berjuang kembali menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Salah satu periode paling berkesan terjadi pada 2017. Ketika itu, PSIS menghadapi Martapura FC dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Liga 2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 28 November 2017.
Pertandingan tersebut berlangsung dramatis dengan total 10 gol tercipta. PSIS akhirnya menang 6-4 melalui perpanjangan waktu sekaligus memastikan tiket promosi ke Liga 1. Hari Nur menjadi salah satu aktor utama kemenangan tersebut setelah mencetak hattrick.
Catatan pertandingan mencatat tiga gol Hari Nur lahir pada menit ke-5, 56, dan 85. Hattrick tersebut menjadi bagian penting dari kemenangan dramatis PSIS sekaligus salah satu momen yang paling dikenang dalam perjalanan panjang Hari Nur bersama Mahesa Jenar.
Hattrick yang Mengantar PSIS Kembali ke Liga 1
Pertandingan melawan Martapura FC memiliki arti penting bagi PSIS. Saat itu, Mahesa Jenar membutuhkan kemenangan untuk mengamankan tiket promosi terakhir menuju Liga 1.
Setelah pertandingan berjalan hingga babak tambahan, PSIS akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 6-4. Hari Nur menyumbangkan tiga gol, sementara kemenangan tersebut memastikan PSIS kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Hattrick itu kemudian menjadi salah satu momen ikonik dalam perjalanan Hari Nur bersama PSIS. Bukan hanya karena jumlah gol yang dicetak, tetapi juga karena kontribusinya hadir pada pertandingan yang menentukan masa depan klub di kompetisi nasional.
Baca Juga: Hari Nur Yulianto Belum Habis! Legenda PSIS Muncul dari Bangku Cadangan dan Selamatkan Mahesa Jenar
Gol Penyelamat di Penghujung Laga
Bertahun-tahun setelah momen dramatis di Bandung tersebut, Hari Nur kembali menghadirkan gol penting bagi PSIS. Kali ini, bukan hattrick, melainkan satu gol yang datang ketika pertandingan menghadapi Semen Padang hampir berakhir.
PSIS lebih dulu tertinggal 0-1 setelah Igor Cukovic mencetak gol pada menit kesembilan. Keunggulan Kabau Sirah tersebut bertahan hampir sepanjang pertandingan, sementara PSIS terus berusaha mencari gol penyeimbang.
Hari Nur kemudian masuk dari bangku cadangan dan mendapat kesempatan untuk membantu lini depan PSIS. Pada fase akhir pertandingan, ia berhasil mencetak gol yang membuat skor berubah menjadi 1-1.
Hasil tersebut membuat PSIS mendapatkan tambahan satu poin pada pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027. Sementara bagi Hari Nur, gol tersebut menjadi momen penting dalam comeback-nya bersama klub yang sudah lama menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Kembali Pulang dan Langsung Memberi Dampak
Setelah berpisah dengan PSIS pada 2023, Hari Nur sempat melanjutkan karier bersama klub lain sebelum kembali ke Semarang pada 2026. Kepulangannya menjadi salah satu cerita menarik menjelang bergulirnya musim baru.
Sekembalinya ke Mahesa Jenar, Hari Nur tidak langsung menjadi pilihan utama. Namun, pertandingan melawan Semen Padang menunjukkan bahwa pengalaman yang dimilikinya masih bisa menjadi opsi penting bagi PSIS, terutama ketika tim membutuhkan perubahan di lini depan.
Masuk dari bangku cadangan, Hari Nur mampu memberikan dampak pada menit-menit akhir. Golnya tidak hanya membuat PSIS menghindari kekalahan, tetapi juga kembali mengingatkan publik Semarang terhadap peran yang pernah dimainkan penyerang senior tersebut selama membela Mahesa Jenar.
Kisah Hari Nur Bersama PSIS Belum Selesai
Dari bergabung pada 2013, menjadi bagian dari tim yang mengantarkan PSIS promosi ke Liga 1 pada 2017, melewati berbagai dinamika kompetisi, hingga kembali pada 2026, perjalanan Hari Nur bersama Mahesa Jenar telah melewati banyak fase.
Gol penyama kedudukan menghadapi Semen Padang menjadi salah satu bab terbaru dari perjalanan tersebut. Momen itu menunjukkan bagaimana seorang pemain berpengalaman masih dapat memberikan kontribusi ketika tim membutuhkan.
Bagi PSIS, gol Hari Nur berarti satu poin. Namun bagi sang pemain, momen tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan panjangnya bersama klub yang telah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kariernya.
Kisah Hari Nur Yulianto bersama PSIS pun tampaknya belum selesai. Setelah kembali ke Semarang dan langsung mencetak gol penting, masih ada perjalanan panjang yang menanti penyerang senior tersebut bersama Laskar Mahesa Jenar. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi