Derby Jateng: Setelah Dibantai PSMS 6-0, Mampukah Persiku Bangkit Saat Bentrok Dengan PSIS?

Sulistiono • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 09:07 WIB
Setelah dibantai PSMS Medan 6-0, mampukah Persiku Kudus bangkit saat derby Jateng menghadapi PSIS Semarang?.(IG Persiku)
Setelah dibantai PSMS Medan 6-0, mampukah Persiku Kudus bangkit saat derby Jateng menghadapi PSIS Semarang?.(IG Persiku)

RADARSEMARANG.ID – Kalah telak 0-6 dari PSMS Medan, Persiku Kudus kini langsung menghadapi ujian berat dalam derby Jawa Tengah melawan PSIS Semarang yang belum terkalahkan. Hanya dalam waktu sepekan, Macan Muria harus membenahi lini pertahanan yang sudah kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan awal Pegadaian Championship 2026/2027.

Pertandingan Persiku Kudus vs PSIS Semarang dijadwalkan berlangsung Minggu (27/9/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung, Bantul. Jadwal tersebut tercantum dalam daftar pertandingan resmi Pegadaian Championship 2026/2027.

Duel ini menjadi menarik karena kedua tim datang dengan situasi berbeda. PSIS belum terkalahkan dalam dua pertandingan pertama. Setelah menang 2-1 atas PSPS Pekanbaru pada laga pembuka, tim asuhan Widodo Cahyono Putro bermain imbang 1-1 melawan Semen Padang.

Sementara itu, Persiku baru mengumpulkan satu hasil imbang dan satu kekalahan dalam dua pertandingan awal. Hasil tersebut membuat laga melawan PSIS menjadi kesempatan bagi Macan Muria untuk segera bangkit sekaligus memperbaiki sejumlah persoalan yang terlihat ketika menghadapi PSMS Medan.

Baca Juga: PSIS Semarang Tantang Persiku Kudus, Ini Jadwal dan Lokasi Pertandingannya

Persiku Kebobolan 7 Gol dalam Dua Laga

Masalah terbesar Persiku terlihat dari lini pertahanan. Pada pertandingan pertama, Persiku bermain imbang 1-1 melawan Adhyaksa FC Bekasi. Namun, pada laga kedua, pertahanan Macan Muria runtuh ketika menghadapi PSMS Medan.

PSMS mencetak enam gol tanpa balas pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (20/9/2026). Yang membuat hasil tersebut semakin berat, Persiku sudah tertinggal 0-5 pada babak pertama.

Menurut data I.League, tiga gol PSMS dicetak Javier Siverio, dua gol melalui Phillerson Natan Silva, sementara satu gol lainnya dibuat M. Ragil. Artinya, Persiku sudah kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan Championship 2026/2027.

Javier Siverio Jadi Ancaman Besar

Kekalahan dari PSMS juga memperlihatkan bagaimana Persiku kesulitan mengendalikan lini depan lawan. Salah satu pemain yang paling menonjol adalah Javier Siverio.

Striker PSMS tersebut mencetak hattrick ke gawang Persiku pada menit ke-21, 32, dan 52. I.League mencatat Siverio menjadi pemain pertama yang mencetak hattrick di Pegadaian Championship 2026/2027.

Tambahan tiga gol tersebut membuat koleksinya menjadi empat gol dan menempatkannya di papan atas daftar pencetak gol sementara. Bagi Persiku, pertandingan melawan PSMS bisa menjadi bahan evaluasi penting sebelum bertemu PSIS, terutama dalam memperbaiki organisasi pertahanan dan mengantisipasi pergerakan penyerang lawan.

Pelatih Persiku Akui Tim Tampil di Luar Harapan

Pelatih Persiku Kahudi Wahyu Widodo mengakui penampilan anak asuhnya saat melawan PSMS berada di luar harapan. Menurut Kahudi, para pemain terlihat mengalami tekanan sepanjang pertandingan dan tidak mampu menampilkan permainan maksimal.

Komentar tersebut menunjukkan bahwa persoalan Persiku bukan hanya soal jumlah gol yang bersarang di gawang, tetapi juga bagaimana tim merespons tekanan ketika menghadapi lawan yang tampil agresif. Kini, tantangannya adalah bagaimana Kahudi melakukan pembenahan hanya dalam waktu sekitar satu pekan sebelum menghadapi PSIS.

Baca Juga: Persiku Kudus vs PSIS Semarang: 5 Fakta Jelang Duel Pegadaian Championship 2026/2027

PSIS Justru Datang dengan Modal Belum Terkalahkan

Situasi berbeda berada di kubu PSIS. Mahesa Jenar mengawali kompetisi dengan kemenangan 2-1 atas PSPS Pekanbaru. Pada pertandingan tersebut, PSIS sempat menghadapi perlawanan ketat sebelum akhirnya mengamankan tiga poin.

Kemudian saat menghadapi Semen Padang pada pekan kedua, PSIS kembali menunjukkan daya juangnya. Sempat tertinggal 0-1, PSIS berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Hari Nur Yulianto pada menit ke-89 sehingga pertandingan berakhir 1-1.

Dengan mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, PSIS membawa modal positif menuju laga kontra Persiku. Catatan tersebut juga membuat Mahesa Jenar memiliki kepercayaan diri untuk kembali meraih poin dalam derby Jawa Tengah.

Hari Nur Kembali Jadi Sorotan

Nama Hari Nur Yulianto tentu kembali menjadi perhatian. Penyerang senior tersebut mencetak gol dramatis pada menit-menit akhir pertandingan melawan Semen Padang setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Kehadiran Hari Nur menjadi salah satu opsi penting bagi Widodo Cahyono Putro ketika PSIS membutuhkan perubahan di lini depan. Sebelumnya, PSIS juga mendapatkan kontribusi penting dari pemain pengganti ketika menghadapi PSPS.

Situasi tersebut membuat Persiku perlu mewaspadai kedalaman skuad PSIS, bukan hanya sebelas pemain yang turun sejak menit pertama. Kemampuan PSIS mendapatkan kontribusi dari pemain pengganti bisa menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan oleh Persiku.

Persiku Punya Kesempatan untuk Bangkit

Meski datang setelah kekalahan 0-6, pertandingan melawan PSIS tetap memberikan kesempatan bagi Persiku untuk memperbaiki keadaan. Sepak bola tidak ditentukan oleh hasil pertandingan sebelumnya, sehingga Macan Muria masih memiliki peluang untuk menunjukkan respons berbeda pada pertandingan berikutnya.

Persiku memiliki waktu untuk mengevaluasi organisasi pertahanan, konsentrasi pemain, serta respons ketika berada di bawah tekanan. Terlebih, laga melawan PSIS merupakan pertandingan baru dengan situasi dan strategi yang berbeda.

Kahudi Wahyu dan staf pelatih tentu memiliki pekerjaan besar untuk memastikan kekalahan dari PSMS tidak kembali memengaruhi mental pemain. Pembenahan tersebut menjadi penting agar Persiku mampu memberikan perlawanan lebih baik saat menghadapi PSIS.

Duel Jawa Tengah dengan Misi Berbeda

Pertandingan Persiku vs PSIS bukan sekadar duel dua klub Jawa Tengah. Bagi PSIS, laga ini menjadi kesempatan untuk menjaga catatan tanpa kekalahan sekaligus melanjutkan perolehan poin. Sementara bagi Persiku, pertandingan tersebut menjadi momentum untuk memberikan respons setelah hasil buruk di Medan.

Secara statistik awal musim, PSIS membawa catatan empat poin dari dua laga, sedangkan Persiku baru meraih satu poin dan telah kebobolan tujuh gol. Perbedaan catatan tersebut membuat pertandingan pekan ketiga menjadi ujian menarik bagi kedua tim.

Persiku dituntut segera membenahi lini belakang dan memulihkan kepercayaan diri setelah kekalahan telak dari PSMS. Di sisi lain, PSIS akan berusaha mempertahankan momentum positif yang sudah dibangun dalam dua pertandingan awal.

Pertanyaan besarnya kini adalah, mampukah Persiku bangkit setelah dibantai PSMS 0-6, atau PSIS justru kembali melanjutkan tren positifnya? (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
PSISSemarang MahesaJenar PersikuKudus PegadaianChampionship2026 PersikuvsPSIS