Hari Nur Yulianto dan Cerita Panjangnya Bersama PSIS Semarang, Legenda yang Belum Habis!

Baskoro Septiadi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:19 WIB
Instagram Hari Nur Yulianto.
Instagram Hari Nur Yulianto.

 

RADARSEMARANG.ID – Usia 37 tahun ternyata belum membuat naluri mencetak gol Hari Nur Yulianto padam. Penyerang senior PSIS Semarang itu justru kembali menunjukkan ketajamannya ketika Mahesa Jenar menghadapi Semen Padang pada pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027.

Hari Nur muncul sebagai penyelamat PSIS pada menit ke-89. Memanfaatkan umpan Jonathan Bustos, pemain bernomor punggung 22 itu berhasil mencetak gol penyama kedudukan sehingga PSIS terhindar dari kekalahan dan membawa pulang satu poin dari Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Gol tersebut terasa spesial bagi Hari Nur. Setelah meninggalkan Semarang selama dua tahun, ia akhirnya kembali memperkuat PSIS dan langsung mencatatkan gol pada awal kiprahnya bersama Mahesa Jenar musim ini.

Baca Juga: Lagi Gacor, Hari Nur Bisa Jadi Senjata Mematikan PSIS saat Hadapi Persiku

Hari Nur pun mengaku sangat senang dengan gol tersebut.

"Ya, perasaan pribadi alhamdulillah akhirnya mencetak gol lagi setelah berapa tahun keluar dari Semarang dan kembali lagi," ujar Hari Nur seusai pertandingan.

Ketika ditanya mengenai perasaannya setelah dua tahun meninggalkan Semarang, Hari Nur langsung tertawa.

"2 tahun. Kembali lagi ke Semarang dan gol lagi, yang pasti sangat senang sekali. Apalagi suporter Panser Biru dan Snex juga datang ke sini. Yang pasti tetap senang. Terima kasih," lanjutnya.

Bukan Sekadar Gol Penyelamat

Gol Hari Nur bukan sekadar membuat catatan pribadinya kembali terisi. Gol tersebut juga menyelamatkan PSIS dari kekalahan setelah Semen Padang lebih dulu unggul pada menit kedelapan melalui Igor Cukovic.

PSIS sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan lebih awal. Namun, penampilan kiper Semen Padang membuat upaya Mahesa Jenar berkali-kali gagal membuahkan gol. Hingga akhirnya Hari Nur menjadi pembeda pada penghujung pertandingan.

Pelatih PSIS Widodo Cahyono Putro juga memberikan apresiasi terhadap mentalitas anak asuhnya yang tetap berjuang sampai pertandingan berakhir. Ia menilai kontribusi pemain pengganti menjadi salah satu faktor penting dalam perubahan permainan PSIS pada babak kedua.

Bagi Hari Nur, tambahan satu poin tersebut tetap patut disyukuri meski target awal PSIS sebenarnya adalah membawa pulang tiga poin.

"Kalau dari saya pribadi, alhamdulillah kita away kali ini mendapatkan poin. Walaupun sebenarnya kita tetap menginginkan tiga poin di sini, tapi tetap alhamdulillah kita dapat poin di sini. Karena semua pemain bekerja keras sampai akhir pertandingan," kata Hari Nur.

Baca Juga: Hari Nur Yulianto Belum Habis! Legenda PSIS Muncul dari Bangku Cadangan dan Selamatkan Mahesa Jenar

Usia 37 Tahun, Naluri Gol Masih Dibutuhkan

Kembalinya Hari Nur ke PSIS musim ini memang menghadirkan ekspektasi tersendiri. Di usia 37 tahun, pengalaman menjadi salah satu modal utama yang dimiliki pemain kelahiran Kendal, 31 Juli 1989, tersebut.

Ia mungkin tidak lagi berada pada fase karier ketika kecepatan dan stamina menjadi senjata utama. Namun, pengalaman membaca pertandingan dan mencari ruang di area pertahanan lawan tetap menjadi aset.

Gol melawan Semen Padang menjadi contoh paling nyata.

Ketika PSIS membutuhkan gol pada menit-menit akhir, Hari Nur mampu memanfaatkan kesempatan yang datang. Situasi tersebut menunjukkan bahwa naluri seorang penyerang tidak selalu ditentukan oleh usia.

Bagi PSIS, kemampuan seperti ini sangat berharga. Terlebih Championship merupakan kompetisi panjang yang membutuhkan kedalaman skuad dan pemain dengan karakter berbeda.

Hari Nur bisa menjadi opsi ketika PSIS membutuhkan pemain berpengalaman untuk mengubah jalannya pertandingan.

Jadi Senjata Hadapi Persiku?

Performa tersebut tentu membuat nama Hari Nur kembali diperhitungkan menjelang pertandingan berikutnya.

PSIS akan menghadapi Persiku Kudus. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Mahesa Jenar untuk melanjutkan momentum sekaligus menguji ketajaman lini depannya.

Persiku sendiri datang setelah mengalami kekalahan telak 0-6 dari PSMS Medan. Kondisi tersebut membuat lini pertahanan Macan Muria menjadi salah satu sektor yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Persiku Kudus Tertekan, PSIS Semarang Punya Peluang Curi Poin di Laga Ketiga Championship

Situasi itu bisa menjadi peluang bagi PSIS, termasuk Hari Nur.

Bukan tidak mungkin, pemain yang baru saja menjadi penyelamat saat menghadapi Semen Padang kembali mendapatkan kepercayaan untuk memberikan dampak di pertandingan berikutnya.

Namun, keputusan mengenai posisi Hari Nur di starting eleven tetap menjadi kewenangan tim pelatih.

Yang jelas, satu gol pada menit ke-89 sudah memberikan sinyal bahwa PSIS masih bisa berharap pada ketajaman Hari Nur Yulianto, meski usianya kini telah menginjak 37 tahun.

Apalagi, sang penyerang sendiri sedang menikmati momentum emosional setelah kembali ke Semarang dan langsung mencetak gol di depan dukungan Panser Biru dan Snex.

Kini, Persiku menjadi tantangan berikutnya. Akankah Hari Nur kembali menjadi senjata PSIS?

Editor : Baskoro Septiadi
Championship 2026/2027 Hari Nur PSIS PSIS vs Persiku hari nur yulianto PSIS Semarang