Hari Nur Yulianto Belum Habis! Legenda PSIS Muncul dari Bangku Cadangan dan Selamatkan Mahesa Jenar

Sulistiono • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:43 WIB
Legenda hidup PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto merayakan gol usai membobol gawang Semen Padang, gol pertama setelah kembali memperkuat Mahesa Jenar. (ist)
Legenda hidup PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto merayakan gol usai membobol gawang Semen Padang, gol pertama setelah kembali memperkuat Mahesa Jenar. (ist)

 

RADARSEMARANG.ID - Hari Nur Yulianto kembali menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk memberikan kontribusi penting bagi PSIS Semarang.

Striker senior yang sudah begitu lekat dengan Laskar Mahesa Jenar itu menjadi penyelamat PSIS ketika menghadapi Semen Padang dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (20/9/2026).

Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-70, Hari Nur hanya membutuhkan waktu sekitar 19 menit untuk memberikan dampak besar.

Pada menit ke-89, pemain bernomor punggung 22 tersebut mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan umpan Jonathan Bustos. Gol itu membuat PSIS terhindar dari kekalahan dan pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

Momen tersebut sekaligus kembali mengingatkan publik Semarang mengapa Hari Nur Yulianto begitu istimewa bagi PSIS.

Baca Juga: Dewa United Bikin PSS Sleman Makin Tenggelam di Dasar Klasemen Super League

Siapa Hari Nur Yulianto?

Hari Nur Yulianto merupakan penyerang asal Kendal, Jawa Tengah, yang namanya sudah sangat identik dengan PSIS Semarang.

Ia pertama kali bergabung dengan PSIS pada Februari 2013. Selama sekitar satu dekade membela Mahesa Jenar, Hari Nur bukan hanya menjadi pemain, tetapi berkembang menjadi salah satu ikon klub.

Ketika PSIS dan Hari Nur berpisah pada 2023, catatan resminya menunjukkan bahwa ia telah mencatat 183 penampilan dan 69 gol untuk PSIS di berbagai kompetisi.

Jumlah tersebut membuatnya tercatat sebagai top skor sepanjang masa PSIS.

Dedikasi selama bertahun-tahun itulah yang membuat Hari Nur mendapatkan status sebagai legenda hidup PSIS.

Baca Juga: Semen Padang vs PSIS Semarang 1-1: Hari Nur Yulianto Jadi Penyelamat, Hujan Kartu Warnai Laga Panas

Momen Penting Hari Nur Bersama PSIS

Salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan Hari Nur bersama PSIS terjadi pada Liga 2 2017.

Saat itu PSIS sedang berjuang mendapatkan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Hari Nur tampil penting dalam pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Martapura FC.

Ia mencetak hattrick, sekaligus membantu PSIS meraih kemenangan dan memastikan tiket promosi ke Liga 1.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling melekat dari perjalanan kariernya bersama Mahesa Jenar.

Tidak berhenti di sana, Hari Nur juga mampu menunjukkan produktivitas ketika PSIS kembali bermain di kasta tertinggi.

Pada Liga 1 2018, ia mencetak 10 gol, sebuah catatan yang menunjukkan bahwa kontribusinya bukan sekadar karena loyalitas kepada klub, tetapi juga karena produktivitasnya di lapangan.

Sempat Pergi, Hari Nur Akhirnya Pulang

 

Setelah meninggalkan PSIS pada 2023, perjalanan Hari Nur berlanjut bersama sejumlah klub.

Ia tercatat memperkuat Malut United dan PSPS Pekanbaru sebelum akhirnya kembali ke Semarang.

Pada Juni 2026, PSIS resmi mengumumkan Hari Nur sebagai rekrutan pertama untuk menghadapi Championship 2026/2027.

Kepulangan tersebut bukan sekadar transfer pemain. Manajemen PSIS menyebut pengalaman, karakter, dan kedekatan Hari Nur dengan klub diharapkan bisa memberikan energi positif bagi skuad sekaligus membangkitkan mental tim.

Legenda yang Masih Bisa Memberikan Perbedaan

Kembalinya Hari Nur sempat menghadirkan nostalgia bagi suporter PSIS.

Namun pertandingan melawan Semen Padang menunjukkan bahwa perannya bukan hanya sebagai simbol masa lalu.

Ketika PSIS membutuhkan gol, pelatih Widodo Cahyono Putro memasukkannya pada babak kedua. Kepercayaan tersebut dibayar dengan sebuah gol penting.

Masuk pada menit ke-70, Hari Nur kemudian mencetak gol pada menit ke-89. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan membuat PSIS membawa pulang satu poin dari Bekasi.

 

Bagi seorang pemain yang sudah memasuki usia senior, kontribusi tersebut menjadi bukti bahwa pengalaman dan naluri mencetak gol masih dapat memberikan perbedaan dalam pertandingan.

Mengapa Hari Nur Disebut Legenda Hidup PSIS?

Ada beberapa alasan kuat mengapa nama Hari Nur begitu melekat dengan PSIS. Pertama, durasi pengabdiannya. Ia membela PSIS sejak 2013 hingga 2023 atau sekitar satu dekade.

Kedua, rekor golnya. Dengan 69 gol, Hari Nur tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa PSIS berdasarkan catatan Liga Indonesia Baru.

Ketiga, peran dalam sejarah promosi PSIS. Hattrick melawan Martapura FC pada 2017 menjadi salah satu momen penting yang mengantarkan PSIS kembali ke Liga 1.

Baca Juga: Profil Ikram Al Giffari, Kiper Muda Semen Padang yang Tampil Cemerlang Lawan PSIS Semarang

Keempat, kedekatan dengan suporter. Selama bertahun-tahun, Hari Nur menjadi salah satu wajah yang identik dengan Mahesa Jenar dan memiliki hubungan emosional dengan pendukung PSIS.

Dan kini, alasan lainnya kembali muncul.

Pada usia yang sudah tidak muda lagi, Hari Nur masih mampu datang dari bangku cadangan dan mencetak gol penting ketika PSIS berada dalam situasi tertinggal.

Hari Nur Belum Habis

 

Sepak bola memang terus berubah. Pemain datang dan pergi, generasi berganti, sementara sebuah klub selalu membutuhkan wajah-wajah baru.

Namun bagi PSIS, Hari Nur Yulianto adalah bagian dari cerita yang tidak mudah digantikan.

Ia pernah menjadi bagian dari perjalanan PSIS menuju Liga 1, mencetak puluhan gol, meninggalkan klub setelah satu dekade, kemudian kembali ketika Mahesa Jenar kembali membutuhkan pengalaman.

Dan pada Minggu malam di Bekasi, Hari Nur kembali menunjukkan satu hal: legenda boleh bertambah usia, tetapi naluri mencetak gol tidak selalu ikut menua.

Gol ke gawang Semen Padang menjadi bukti terbaru bahwa Hari Nur Yulianto masih memiliki peran untuk PSIS Semarang.

Bukan sekadar legenda masa lalu, tetapi pemain yang masih mampu membuat perbedaan ketika kesempatan datang. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
PSISSemarang PegadaianChampionships2026 HariNurYulianto LegendaPSIS PSIS