Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Batal dengan Bos Malut United, Kini Saham PSIS Semarang Diakuisisi Istri Bos Persela Lamongan

Muhammad Hariyanto • Selasa, 18 November 2025 | 23:09 WIB

 

Peresmian akusisi saham mayoritas PT Mahesa Jenar dengan pengusaha asli Semarang
Peresmian akusisi saham mayoritas PT Mahesa Jenar dengan pengusaha asli Semarang

RADARSEMARANG.ID - Saham mayoritas di PT Mahesa Jenar atau PSIS Semarang resmi diakuisi oleh pengusaha perempuan asal Semarang bernama Datu Nova Fatmawati. Akusisi saham mayoritas ini mencapai 74,2 persen.

Peresmian ini ditandai pertemuan antara Datu Nova Fatmawati dengan Joni Kurnianto sebagai perwakilan keluarga pemilik saham mayoritas di PT Mahesa Jenar, Senin (17/11/2025).

Datu mengaku, perempuan asli Semarang yang menikah dengan suaminya warga Lamongan. Menurutnya, hal yang mendorong keinginannya berkecimpung dalam saham lantaran kecintaan orangtuanya terhadap PSIS Semarang.

"Saya dari kecil di sini. Lalu setiap liburan ke Semarang di rumah kakek, saya ditinggal oleh ayah saya yang ingin menonton sepakbola. Saya pernah penasaran, siapa sih yang ditonton. Ternyata klub PSIS Semarang," ungkapnya, Senin (18/11/20205).

"Lalu ayah saya meninggal. Maka dari situlah saya ingin meneruskan cinta ayah saya terhadap PSIS," jelasnya.

Perempuan yang akrab disapa Datu ini juga sangat mencintai klub kebanggaan Kota Semarang. Namun, kondisi Laskar Mahesa Jenar kini sedang terpuruk.

"Saya melihat kondisi PSIS saat ini sedang berada di bawah. Saya mencoba menyelamatkan PSIS agar kembali ke jalurnya," ujarnya.

Menurutnya, akan melakukan perombakan secara besar-besaran di tengah musim setelah pengumuman akusisi dilakukan. Upaya ini dilakukan untuk membangkitkan PSIS Semarang.

"Misi saya yang paling dekat adalah membenahi tim, dari pemain, pelatih sampai manajemen," katanya.

Sementara, dari perwakilan keluarga Joni Kurnianto menyambut baik hasil akuisisi ini. Menurutnya Datu dalam hal ini tidak hanya serius tapi terjalin komunikasi yang baik.

"Alhamdulillah komunikasi kami berjalan dengan baik. Saat duduk berdua juga segala komunikasi berjalan dengan penuh chemistry. Kami yakin mbak Datu ini paham sepakbola sehingga bisa membawa PSIS Semarang bangkit," harapnya.

Kesempatan ini, Joni juga sempat menyinggung, bahwa sebelumnya sempat ada calon investor baru lain yang akan juga mengakuisisi. Namun, batal karena tidak menemui kesepakatan.

"Kami mohon maaf apabila sempat menimbulkan kegaduhan. Selain belum ditemuinya kesepakatan juga belum ada koneksi yang baik antara kami. Seperti diketahui dalam mengelola klub sepakbola perlu adanya koneksi yang baik," katanya.

Sebelum diakusisi Datu, PSIS Semarang mendapatkan investor baru dari Malut United. Meski sudah mendekati tahap final, namun proses akusisi saham tersebut kandas ditengah jalan.

Asisten Manajer Malut United, Asghar Saleh, menyampaikan pembatalan proses akuisisi tersebut sangat mengejutkan. Bahkan, komunikasi dengan pihak PT MJS disebut mulai tersendat ketika tiga hari sebelum pembatalan

“Aspek legalnya tinggal menunggu penandatanganan di notaris. Tiba-tiba kami diberi tahu proses itu batal tanpa penjelasan,” ujarnya di Semarang.

"Tiga hari sebelum pembatalan, komunikasi sudah sulit. Lalu muncul rilis di media sosial bahwa kesepakatan batal," jelasnya.

Menurutnya, kedua pihak disebut sudah mencapai kesepakatan prinsip mengenai harga saham dalam negosiasi. Hanya saja, belum disepakati mekanisme pembayaran.

"Itu hal teknis, bukan persoalan prinsip, seharusnya masih bisa dibicarakan," ujarnya.

Asgar juga menegaskan, niat Malut United akuisisi PSIS tidak dilandasi unsur kepentingan bisnis maupun politik. Menurutnya, niatan tersebut murni membantu dan menyelamatkan klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar.

"Ketika kami berjuang di Liga 2, kontribusi teman-teman dari PSIS Itu sangat besar. Mungkin hubungan kebatinan itu yang membuat kami ke Semarang," bebernya.

Pasca pembatalan, Asgar mengaku cukup terpukul. Hingga kini, Malut United juga belum menerima surat resmi pembatalan dari PT MJS. Asgar menegaskan pihaknya belum mempertimbangkan langkah lanjutan.

"Secara manusiawi, kami merasa ditipu. Ketemu baik-baik, negosiasi berjalan, kesepakatan harga sudah oke. Tapi tiba-tiba batal tanpa bertemu," katanya.

"Kami masih terpukul dan tidak mungkin mengelola PSIS dalam situasi seperti ini," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
#PSIS Semarang dapat investor baru #Datu Nova Fatmawati pengusaha Semarang pegang saham PSIS Semarang #Datu Nova Fatmawati investor baru PSIS Semarang #Akusisi saham PSIS Semarang #Pengusaha asli Semarang pegang saham PSIS Semarang