RADARSEMARANG.ID, Semarang – Laga hidup mati bakal dilakoni PSIS Semarang dan PSS Sleman dalam duel matchday ke-32 Liga 1 2024/2025 di Stadion Jatidiri Semarang Jumat (9/5) Sore pukul 15.30.
Disebut laga hidup mati karena bagi siapapun yang kalah dalam duel sore nanti sudah bisa dipastikan kan terlempar dari kompetisi kasta tertinggi dan berlaga di kompetisi Liga 2 musim depan.
Baik PSIS maupun PSS saat ini mengoleksi 25 poin dimana Mahesa Jenar mengoleksi 6 kali kemenangan, 7 kali seri dan 18 kali kalah. Sedangkan PSS Sleman mengoleksi 8 kali kemenangan, 4 kali seri dan 19 kali kalah.
Sebenarnya meskipun menang, baik PSIS maupun PSS sama-sama masih belum tenang karena masih harus menyapu bersih dua laga selanjutnya dimana PSIS akan bentrok versus Maluku United dan Barito Putera sedangkan tim Super Elang Jawa masih harus menghadapi Persija dan Madura United.
Tak hanya itu, selain harus menyapu bersih tiga laga terakhir, PSIS Semarang juga masih harus menunggu hasil laga empat tim lain di atas mereka yaitu Barito Putera, Semen Padang, Persis Solo dan Madura United.
Septian David Maulana dkk bisa otomatis selamat dari degradasi jika empat tim pesaing mereka tersebut kalah di tiga pertandingan terakhir.
Atau paling tidak Semen Padang memperoleh hasil dua kali seri dan sekali kalah. Dan juga Barito Putera memperoleh hasil minor yaitu tiga kali seri dalam tiga laga terakhir.
Kondisi buruk lainnya juga akan dihadapi oleh PSIS Semarang jika meskipun menang atas PSS namun Madura United, Persis Solo dan Semen Padang menang pada matchday ke-32 Mahesa Jenar sudah pasti akan menemani PSS Sleman terdegradasi.
Menghadapi PSS Sleman, kareteker pelatih PSIS, M Ridwan berharap timnya melupakan kekalahan telak 4-0 atas Bali United pada laga sebelumnya yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar.
Apalagi dalam laga tersebut gol pertama tuan rumah tercipta di menit 22 lewat gol bunuh diri bek PSIS, Joao Ferrari. Gol kedua Bali United juga tercipta lewat gol bunuh diri pemain PSIS, Ridho Syuhada.
"Saya pun pernah melakukan gol bunuh diri ya, kalau kita melihat siapa yang melakukan gol bunuh diri itu adalah dua pemain yang tanda kutip mereka pemain yang dari sisi agamanya mereka kuat," ujar Ridwan.
"Jadi saya tidak pernah punya pikiran apa-apa ke mereka, dan saya sampai sekarang tidak pernah punya pikiran apa-apa ke mereka dan sampai saat ini tidak punya pikiran apa-apa ke pemain saya, mereka hanya kurang beruntung saja di waktu dan tempat yang kurang pas," terangnya.
Mantan pemain PSIS dan Timnas Indonesia itu juga berharap Septian David Maulana dkk tetap fight untuk meraih hasil positif pada tiga laga tersisa lawan PSS, Maluku United dan juga Barito Putera.
"Semua pertandingan seperti final untuk sekarang ini, sehingga kami mencoba mempersiapkan sangat spesial. Karena kami tak hanya mendapatkan poin, namun harus menang dan saat ini semua pemain fokus menghadapi PSS," pungkasnya.
Meskipun begitu, Ridwan mengakul laga lawan PSS Sleman bakal menjadi laga yang tidak mudah bagi timnya.”Tapi kami sudah mempersiapkan tim, dan kita mulai dari meningkatkan kepercayaan diri pemain,” pungkasnya. (bas)
Editor : Baskoro Septiadi