RADARSEMARANG.ID, Magelang - PSIS Semarang gagal memperpanjang rekor kemenangan mereka setelah ditahan imbang 1-1 Dewa United di Stadion Moch Soebroto Magelang Jumat (22/2/2024) sore.
Gol semata wayang PSIS Semarang dicetak oleh Gali Freitas pada menit ke-15.
Sedangakn gol balasan tim tamu dicetak oleh kiper Sony Stevens yang ikut maju menjadi penyelamat bagi Dewa United.
Melalui tandukan kerasnya, Sony berhasil merobek gawang Adi Satryo dan gol 1-1 pada menit ke-93. Hingga peluit Panjang dibunyikan, skor akhir 1-1 untuk kedua tim.
Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius mengaku cukup kecewa karena tidak bisa kill the game melalui beberapa peluang juga didapatkan oleh timnya.
Ia mengatakan, di babak pertama sebenarnya permainan anak-anak sangat bagus, karena bisa mengontrol jalannya permainan.
“Namun, di babak kedua, permainan sangat kelihatan drop sekali. Pemain terlalu banyak memberikan space ke tim lawan dan tim Dewa United hasilnya bisa mengembangkan permainan,” ucapnya.
Dan inilah sepakbola, jika lengah pastinya tim lawan bisa menghukum.
“Ini pastinya akan menjadi pengalaman yang berharga bagi para pemain, mengingat persaingan di papan atas masih cukup ketat. Dan Liga Indonesia ini sangatlah sulit, jika kita tidak kill the game,” ucapnya.
Menurunnya permainan di babak kedua, Coach Gilbert juga mengaku tidak pernah memerintahkan anak asuhnya untuk bermain bertahan.
Dan ini bisa dilihat di 25 laga sebelumnya, dimana PSIS Semarang selalu tampil menyerang.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Lengkap Sisa 10 Pertandingan PSIS Semarang di Liga 1, Masih Bisa 4 Besar?
“Namun, untuk pertandingan kali saya tidak tahu kenapa di babak kedua bisa drop. Dan biasanya kondisi di lapangan ini ada berbagai faktor, ini pastinya akan menjadi pengalaman yang berharga bagi anak-anak,” ujarnya.
Terkait kondisi lapangan apakah mempengaruhi permainan, Gilbert juga mengaku, memang kondisi lapangan sedikit menyulitkan.
Namun, ia tidak ingin menyalahkan hal itu, karena PSIS Semarang harus bermain disini.
“Dan di babak pertama PSIS tampil juga tetap bagus. Yang dibutuhkan disini adalah kill the game, bukan untuk mencari kesalahan atau apapun,” imbuhnya.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para suporter yang hadir langsung ke Magelang. Saya tahu jarak Magelang ke Semarang juga cukup jauh memakan waktu dua jam. Jadi terima kasih banyak,” ungkapnya. (rfk/bas)
Editor : Baskoro Septiadi