RADARSEMARANG.ID, Semarang - Klub J2-League Tokyo Verdy yang diperkuat mantan pemain PSIS Semarang Pratama Arhan dipastikan promosi ke J-League (kompetisi level tertinggi di Jepang).
Tiket promosi didapat setelah Tokyo Verdy menahan imbang Shimizu S-Pulse dengan skor 1-1 pada final playoff J2-League di Japan National Stadium Sabtu (2/12).
Namun, lolosnya Tokyo Verdy ke J-League tidak lantas membuat Pratama Arhan bertahan. Pemain pemain Timnas Indonesia itu dipastikan pindah ke klub lain. Hal itu disampaikan langsung oleh Dusan Bogdanovic, agen Arhan.
”Tapi, saya memastikan dia tetap bermain di luar negeri,” ujar Dusan saat ditemui Jawa Pos di base camp Dewa United, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pria yang juga menjadi agen bagi Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman itu mengungkapkan, Arhan meninggalkan Tokyo Verdy demi alasan menit bermain.
Sejak datang ke klub yang bermarkas di Ajinomoto Stadium itu pada 2022, Arhan tercatat hanya tiga kali bertanding. Perinciannya, satu caps di ajang J2-League dan dua kali bermain pada turnamen Emperor’s Cup.
”Dalam dua tahun terakhir Arhan di Tokyo Verdy, ada up and down. Kompetisi J2-League sangat berkualitas tinggi. Dia kurang menit bermain,” ungkap Dusan.
Sebenarnya, sambung Dusan, dirinya sempat menawarkan Arhan untuk pindah dari Tokyo Verdy sejak lama. Namun, suami Azizah Salsha tersebut masih ingin bertahan di Tokyo Verdy.
”Ketika itu Arhan minta satu tahun lagi bertahan di Tokyo Verdy. Sebab, program di sana luar biasa. Dia merasa sangat berkembang,” tegasnya.
Kini Arhan sudah mantap untuk pindah klub. Apalagi, Tokyo Verdy akan mentas di J-League. Jika tetap bertahan, kesempatan Arhan untuk bermain semakin kecil.
”Mungkin dalam beberapa minggu ke depan akan kami umumkan destinasi Arhan berikutnya,” jelas Dusan.
Saat ini ada satu klub yang digadang-gadang berminat dengan Arhan. Yaitu, Suwon FC, tim K-League. Namun, Dusan enggan menanggapi spekulasi tersebut.
”Yang pasti, ada tawaran untuk Arhan. Dia pemain yang sangat bekerja keras. Dia perlu jam terbang untuk terus berkembang,” tandasnya.
Sementara CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menyebut siap menampung Pratama Arhan jika kontrak bersama Tokyo Verdy tidak diperpanjang.
Kendati demikian, Yoyok menegaskan bahwa dirinya berharap Arhan tetap melanjutkan karier di luar negeri terutama di kompetisi selain Asia Tenggara.
"Kalau saya bicara Pratama Arhan, saya memang tidak setuju kalau Pratama Arhan itu main di Indonesia. Saya belum setuju. Karena dia masih punya masa depan cukup jauh untuk mengambil ilmu di luar negeri," ucapnya. (fiq/c19/ali/bas)
Editor : Baskoro Septiadi