RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kericuhan antar suporter PSIS Semarang, Snex dan suporter PSS di Stadion Jatidiri Minggu (3/12/2023) bisa berbuntut panjang.
Baik PSIS maupun PSS Sleman bisa saja terkena sanksi berat dari Komdis PSSI. Apalagi kericuhan diwarnai masuknya suporter ke dalam lapangan sehingga pertandingan terpaksa dihentikan.
Paling berat, tim berjuluk Mahesa jenar bisa kena hukuman laga kandang tanpa penonton. Hal tersebut juga pernah dialami oleh PSS Sleman
Baru-baru ini tim berjuluk Super Elang Jawa mendapat sanksi dari Komdis PSSI. Salah satu hukuman yang diterima adalah larangan bermain di kandang selama 3 pertandingan tanpa adanya penonton.
Sanksi yang diberikan oleh Komdis PSSI ini kepada PSS Sleman merupakan buntut kerusuhan pada laga kandang melawan Bali United, pada Jumat (3/11/2023) lalu di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Pada saat pertandingan tersebut, setelah wasit meniup peluit babak kedua, sejumlah oknum penonton masuk ke dalam stadion.
Oknum penonton yang merangsek ke dalam stadion tersebut terlibat aksi saling dorong dengan steward dan security pertandingan.
Tak hanya itu, aksi anarkis juga dilakukan oleh para penonton tersebut. Mereka juga merusak kaca akrilik bench pemain. Sanksi ini tertuang dalam Surat Keputusan No/141/L1/SK/KD-PSSI/XI/2023.
"Tiga laga kandang PSS Sleman menghadapi PS Barito Putera, Minggu (26/11/2023), RANS FC, Jumat (8/12/2023), dan Persikabo 1973, Minggu (4/2/2024) dipastikan tidak akan dihadiri oleh penonton". dikutip dari website resmi PSS Sleman.
Hukuman berupa sanksi ini merujuk pada Pasal 70 Ayat 1, Ayat 4 dan Lampiran 1 Nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
"Hukuman tersebut diberikan kepada PSS karena terjadi keributan antara penonton dengan panitia pelaksana pertandingan yang mengakibatkan adanya penganiayaan serta perusakan beberapa fasilitas Stadion Maguwoharjo. Hal ini juga diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin," bunyi keterangan itu.
Kemenangan PSIS 1-0 atas PSS di Stadion Jatidiri Semarang Minggu (3/12/223) sore ternoda dengan kericuhan antar suporter di penghujung laga babak kedua.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang, kericuan suporter di laga PSIS Semarang versus PSS Sleman diduga diawali dari saling ejek chant di penghujung laga antara kelompok suporter PSS yang berada di tribun barat bagian selatan dan juga kelompok suporter PSIS Snex yang berada di tribun Utara.
Akibatnya oknum suporter PSS mulai mencoba merangsek ke tribun utara melalui tribun barat atas. Terjadi aksi saling lempar yang mengakibatkan penonton umum di tribun barat berhamburan.
Merasa tak terima, suporter Snex mencoba membalas dengan mendatangi tribun yang dihuni suporter PSS Sleman melalui sentelban yang membuat suasana semakin chaos.
Bahkan pertandingan akhirnya dihentikan oleh wasit Rio Permana Putera di menit ke-90 tanpa melanjutkan ke perpanjangan waktu.
Situasi yang tak terkendali membuat pemain, official dan penonton yang berada di tribun barat maupun sentel ban berhamburan.
Sejumlah orang mengalami luka akibat lemparan benda keras termasuk CEO PSIS Yoyok Sukawi yang menjadi korban aksi saling lempar.
Kepala bos PSIS bocor diduga terkena lemparan. Beruntung situasi tidak berlarut karena kedua kelompok suporter berhasil diredakan oleh panpel dan pihak keamanan.
"Alhamdulillah aman lur, mung keno jahitan 8. Tim medis panpel top, maturnuwun. Terima kasih doa nya sedulur sedulur semuanya, yang penting semua sudah aman dan sehat, psis dapat 3 poin penting," tulis Yoyok di Instagram pribadinya. (bas)
Editor : Baskoro Septiadi