RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sampai pada pertandingan terakhir lawan Persik Kediri (25/8), total PSIS Semarang sudah mendapat 6 penalti dari 10 pertandingan dan 4 di antaranya menjadi gol.
Penalti PSIS Semarang didapat saat bertandang lawan Persita Tangerang pada pekan kedua lalu juga saat lawan PSS Sleman.
Namun kedua penalti itu gagal dieksekusi oleh kedua pemain tim lawan. Penalti selanjutnya didapat saat lawan Dewa United dan terjadi gol.
Lalu penalti lain didapat saat menjamu Persib Bandung, bahkan dalam laga ini Persib mendapat dua penalti sekaligus. Selanjutnya yang terakhir, PSIS mendapat hukuman penalti saat terakhir lawan Persik Kediri.
"Itu sulit saat kehilangan poin akibat penalti. Kami mungkin akan mengevaluasi kewaspadaan pemain di kotak penalti terutama agar lebih berhati-hati. Sisi baiknya kita memang jarang kebobol dari open play, tapi kalau kebobolan lewat penalti ya sama saja tidak baik," kata head coach PSIS, Gilbert Agius kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Namun Agius, mengaku tidak bisa berbuat banyak apabila wasit sudah memutuskan untuk memberikan penalti. Meskipun memang beberapa penalti menurutnya tidak pantas diterima oleh timnya.
"Tapi memang kita tidak bisa berbuat banyak pada keputusan wasit untuk penalti. Seperti di pertandingan terakhir, itu tidak murni penalti karena tangan pemain belakang saya tidak aktif. Tapi bagaimana lagi, itu sudah diputuskan," katanya.
Namun lebih dari itu, Agius tidak ingin ambil pusing melainkan lebih memilih fokus untuk meneruskan sistem pertahanan kokoh yang selama ini sudah dia bangun terhadap para pemain.
"Kalau lawan Bali kami tidak mengkhawatirkan penalti. Penalti bagian dari sistem. Yang kami lakukan adalah meneruskan sistem pertahanan yang baik dan kuat," ucapnya. (bas)
Editor : Baskoro Septiadi