Laga derby Jateng sore kemarin diwarnai kerusuhan suporter PSIS. Ratusan suporter Mahesa Jenar yang memaksa masuk bentrok dengan polisi di gerbang pintu masuk utara Stadion milik Pemprov Jateng itu.
Kerusuhan dipicu oleh kekecewaan suporter karena laga PSIS menjamu Persis kemarin digelar tanpa penonton. Ratusan suporter yang nekat datang dihadang di pintu gerbang Utara Stadion Jatidiri oleh aparat keamanan.
Suporter mulai berdatangan pukul 14.30 dan meneriakkan yel-yel kebanggaan mereka. Tepat saat kickoff babak pertama pukul 15.00 jumlah mereka semakin banyak hingga memenuhi jalan Semeru Raya.
Pihak kepolisian, manajemen PSIS serta perwakilan suporter sempat menenangkan massa suporter yang tetap berusaha merangsek untuk melihat tim kesayangan mereka berlaga.
"PSIS tuan rumah malah tidak boleh ada penonton. Harusnya cukup suporter tamu saja yang dilarang datang," teriak salah satu suporter di tengah keramaian.
Manajemen PSIS, perwakilan suporter serta kepolisian sebenarnya sudah memberikan win win solution untuk para suporter yaitu dengan menyediakan layar lebar untuk menggelar nonton bareng. PSIS juga berjanji mengembalikan pembayaran tiket bagi mereka yang sudah terlanjur membeli tiket.
Namun tetap saja kerusuhan pecah sekitar pukul 15.35. Suporter mulai melemparkan batu dan botol kaca sehingga pihak keamanan juga akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Kerusuhan sempat terhenti sekitar pukul 16.00. Kelompok suporter PSIS mulai tenang namun tetap berkumpul di sekitar pintu gerbang Utara.
Namun entah apa yang menyulut kerusuhan kembali pecah di pertengahan babak kedua pertandingan dan memaksa polisi untuk kembali menembakkan gas air mata dan water cannon dan menggiring massa untuk munsur melalui jalan Semeru Raya hingga ke Jalan Karangrejo.
Sempat terjadi kepanikan karena suporter berhambufan di perkampungan warga di sekitar Jalan Semeru. Kondisi mulai terkendali ketika pertandingan juga memasuki penghujung laga sekitar pukul 16.45.