Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Mural #2021BaliJatidiri Dirusak

Agus AP • Rabu, 13 Januari 2021 | 18:20 WIB
Pelukis mural Magelang menghias dinding-dinding di Jalan Diponegoro dengan karya-karya tematik, yang mengusung tema kerukunan dan persatuan. (NOVA NUR AFIFAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Pelukis mural Magelang menghias dinding-dinding di Jalan Diponegoro dengan karya-karya tematik, yang mengusung tema kerukunan dan persatuan. (NOVA NUR AFIFAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sejumlah mural atau lukisan di tembok yang dibuat suporter PSIS Semarang dirusak orang tak dikenal. Mural-mural tersebut berisi tuntutan suporter agar di 2021 ini PSIS bisa kembali berkandang di Stadion Jatidiri. Orang tak dikenal membubuhkan tulisan dari cat yang terkesan mengadudomba Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Di sejumlah titik, mural diberi tambahan tulisan “SPONSORED by HENDI” menggunakan cat semprot warna merah. Padahal mural dibuat murni dari patungan suporter karena kecintaan terhadap PSIS Semarang untuk kembali ke Jatidiri. “Beberapa titik dirusak, tapi sudah dibenarkan lagi oleh teman-teman suporter,” kata Ketua Umum Panser Biru Kepareng Selasa (12/1/2021).

Suporter PSIS Semarang tetap terus memperjuangkan PSIS balik ke Jatidiri 2021. Setelah tak mendapat izin berdemontrasi, suporter melakukan aksi lagi dengan Gerakan 10 Ribu Lapor Ganjar. Mereka akan beramai-ramai menyerukan #2021BaliJatidiri di aplikasi Lapor Gub maupun media sosial. “Sudah seribu lebih yang lapor Ganjar untuk bali Jatidiri. Tapi podo wae mas ra digagas pak Gub,” katanya.

Menurut Kepareng, pembangunan Jatidiri sudah mencapai 80 persen dan dibangun dengan uang rakyat. Harusnya keinginan suporter juga dipertimbangkan. “Pokoknya kami akan terus berjuang untuk PSIS balik Jatidiri,” katanya.

Suporter tak akan berhenti bersuara, meski menilai tidak ada respon sama sekali dari Ganjar Pranowo. Mulai dari pemasangan baliho, mural dan bahkan sampai surat resmi. Justru sebaliknya gubernur tak mengizinkan dengan alasan karena sudah ada rekomendasi dari Asprov PSSI Jateng yang mengatakan jika Jatidiri belum layak digunakan kompetisi resmi. “Harusnya kan bisa digunakan, dulu pas dibangun 2017 saja bisa dipakai kompetisi liga,” tambahnya. (fth/ton) Editor : Agus AP
#PSIS #Berita Semarang #PANSER BIRU