RADARSEMARANG.ID, Demak - Bupati Demak dr Eisti'anah berencana mengajukan pembangunan semua infrastruktur jalan yang rusak akibat banjir di Kecamatan Karanganyar. Usulan tersebut akan disampaikan langsung ke Kementerian PUPR.
Hal itu sesuai arahan Presiden Jokowi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat berkunjung meninjau pengungsi di SMK Ganesa Gajah, Kecamatan Gajah Kabupaten Demak, Jumat (22/3/2024).
Menurut bupati, banyak kerugian material yang ditimbulkan akibat banjir bandang yang terjadi dua kali berturut-turut sejak Februari dan Maret tersebut.
"Penanganan tanggul Sungai Wulan tetap diselesaikan PUPR. Kita juga sedang mengusulkan penggantian infrastruktur yang rusak dampak banjir ke PUPR. Kita disuruh mengajukan dan akan di acc semua kebutuhannya. Untuk jalan yang rusak ringan sedang kita ajukan ke BNPB,"katanya.
Saat bertemu dengan Presiden Jokowi, Bupati Eisti'anah juga menyampaikan soal pengaturan pintu air Bendung Wilalung yang mengalir ke arah Juwana Pati dan Sungai Wulan di Demak.
Meski demikian, hal itu akan dikaji lebih dulu oleh Kementerian PUPR. Sebab, air tidak bisa dialirkan ke Juwana semua.
"Kita minta ada pembagian aliran air yang lebih efektif sehingga tidak menyebabkan banjir,"kata bupati. Termasuk penanganan saluran pembuang melalui sipon Gajah. Bupati menambahkan, untuk rencana normalisasi Sungai Wulan kini telah dalam proses lelang yang kemudian dikerjakan.
"Pak Menteri Basuki dari PUPR sudah menyampaikan normalisasi Sungai Wulan (dari Bendung Wilalung) hingga ke muara sudah dalam proses lelang,"kata bupati. Dengan adanya normalisasi itu diharapkan banjir tidak terulang lagi seperti yang terjadi saat ini.
Yang jelas, kata bupati, selain penanganan tanggul jebol, yang urgen saat ini adalah perbaikan infrastruktur jalan yang rusak akibat banjir. Banyak jalan di Kabupaten Demak baik yang terdampak banjir Karanganyar maupun di kecamatan lain yang perlu perbaikan.
"Yang jelas, dengan adanya kunjungan Bapak Presiden Jokowi ke Demak ini kita dapat menyampaikan banyak hal terkait apa saja yang kita butuhkan dalam upaya memulihkan kondisi pasca banjir yang kedua ini,"katanya.
Menurutnya, dampak banjir jilid dua lebih berat dengan tingkat kerusakan pemukiman dan infrastruktur yang juga lebih berat.
Menurut bupati, banyak jalan yang mengelupas, bolong-bolong sehingga membahayakan kendaraan yang lewat. Seperti jalan Karanganyar-Merak yang rusak berat terdampak banjir.
"Minggu depan kita akan rakor lagi dengan kepala BNPB Bapak Suharyanto di Provinsi Jateng bersama juga para kepala daerah lain yang terdampak banjir untuk membahas penyelesaian masalah Sungai Wulan dan Bendung Wilalung yang juga mengarah ke Juwana,"kata bupati.
Bupati mengatakan, selain Sungai Wulan, Pemkab Demak saat ini memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki tanggul saluran tersier yang jebol akibat jebolnya tanggul di Desa Bugel, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Tanggul tersier yang jebol adalah di Desa Merak, Kecamatan Dempet, dan tanggul tersier di Tambirejo Kecamatan Gajah. (web/adv/3.379 karakter/prokompim/hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi