Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Cari Solusi, Bupati Demak Tinjau Lokasi Banjir di Kawasan Kota Demak

Wahib Pribadi • Rabu, 20 Maret 2024 | 01:08 WIB
 
Bupati Demak dr Hj Eistianah meninjau saluran pembagi air untuk atasi banjir di Kota Demak. (Wahibpribadi)
Bupati Demak dr Hj Eistianah meninjau saluran pembagi air untuk atasi banjir di Kota Demak. (Wahibpribadi)
 
 
RADARSEMARANG.ID, Demak - Bupati Demak dr Hj Eisti'anah meninjau lokasi banjir di kawasan Kota Demak.
 
Ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung penyebab banjir yang merendam pusat pemerintahan Pemkab Demak tersebut. Bupati juga meninjau lokasi pengungsian di Wisma Halim.
 
Bupati Eisti'anah menyampaikan, pemantauan dilakukan untuk mencari solusi agar banjir di Kota Demak bisa teratasi. 
 
"Kita monitor di perbatasan antara Demak dengan Grobogan. Tepatnya di Desa Bugel, Kecamatan Godong  yang tanggulnya jebol. Juga kita lihat kondisi Kali Kontrak di Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kota. Kita siapkan pompa besar untuk mengurangi debit yang ada di Kota Demak,"katanya.
 
Informasi yang diterima juga akan ada bantuan pompa besar yang akan ditempatkan di Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam.
 
Air akan disedot dan dibuang ke Kali Kontrak tersebut. Sebab, di kali itu kondisinya masih memungkinkan untuk pembuangan air karena debitnya masih rendah.
 
Menurutnya, banjir di Kota Demak terjadi akibat jebolnya tanggul sungai di Desa Merak, Kecamatan Dempet dan di Desa Bugel, Kecamatan Godong, Grobogan.
 
"Kalau air di Desa Merak relatif sudah mulai kering. Tapi, air kan mencari lokasi yang lebih rendah sehingga mengalir ke Kota Demak,"katanya.
 
Pemkab melalui Dinputaru juga sudah mencoba memasang enam pompa di Desa Singorejo, Kecamatan Demak Kota.
 
Hanya saja masih ada kendala sehingga tidak bisa maksimal untuk dilakukan penyedotan.
  
Terkait banjir di Kota Demak ini, Bupati Eisti'anah memprioritaskan evakuasi korban banjir dengan menyediakan tempat pengungsian di Wisma Halim dan gedung pramuka.
 
"Kita juga cari solusi karena gedung perkantoran juga terendam air. Untuk pegawai pemkab kita berikan kebijakan bekerja dirumah atau work from home (WFH). Karena itu, pelayanan bisa dari rumah. Seperti pembuatan KTP dan lainnya,"ujar bupati.
 
Terkait dengan penanganan fisik penyebab banjir adalah perbaikan saluran-saluran air yang ada di Kota Demak. 
 
"Tentu kita lakukan perbaikan saluran air sehingga pembuangan bisa lancar,"katanya.
 
Saat rapat koordinasi di Provinsi Jateng dengan para kepala daerah yang terdampak banjir, Bupati Eisti'anah mengatakan, bahwa rakor hanya membahas soal pembagian bantuan untuk korban banjir.
 
"Saat rakor kita tidak diberi kesempatan untuk memaparkan terkait penanganan banjir. Hanya membahas bantuan,"katanya.
 
Meski demikian, bupati telah menyampaikan penanganan banjir saat ada kunjungan  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto di Demak.
 
 "Jadi, kondisi jebolnya tanggul tidak hanya di Dukuh Norowito, Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar saja. Namun, juga ada jebolan di Desa Bugel, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan yang kemudian air membanjiri Kota Demak. Karena itu, kita minta ada penanganan segera masalah tersebut,"katanya.
 
Menurutnya, penanganan banjir di Demak termasuk banjir di Kota Demak masih mengandalkan penanganan tanggul jebol di Karanganyar dan tanggul lainnya.
 
"Sungai Dombo di Mranggen dan Sayung sudah ditangani. Untuk tanggul di Bugel Grobogan, kemudian di Merak Dempet dalam proses penanganan. Juga tanggul di Norowito Ngemplik Karanganyar,"katanya.
 
Bupati berharap pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bisa membantu penanganan tanggul dibantu pihak TNI Polri.
 
"Meski debit air mulai turun, namun perlu ada penanganan tanggul lebih cepat agar air tidak terus membanjiri pemukiman dan persawahan,"ujarnya. (web/adv/3.595 karakter/prokompim/hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi
#Prokompim Demak #ProkompimDemak2024