RADARSEMARANG.ID, Semarang - Musyarawah Ranting (Musran) PDI-Perjuangan di tiga Kecamatan yang ada di Kota Semarang, resmi terbentuk, yakni di Ngaliyan, Tugu, Mijen dan Semarang Barat.
Dengan terbentuknya pengurus ranting ini, partai berlambang banteng mulai melakukan pemanasan mesin politik dan targetnya sampai Agustus ini pengurus ranting di 16 Kecamatan sudah terbentuk untuk mempersiapkan Pemilu 2029.
Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono menjelaskan jika tiga kecamatan ditingkat PAC sudah membentuk penurunan ranting, yakni Tugu, Ngaliyan dan Semarang Barat.
"Anggotanya kolaborasi antara pengurus lama dan baru, ini menunjukkan soliditas ditingkat bawah meskipun ada kepengurusan baru," kata Endro usai melantik pengurus ranting Kecamatan Semarang Barat, di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (26/7).
Endro menerangkan, total ada 617 pengurus ranting hingga anak ranting yang dilantik di Semarang Barat, termasuk di Tugu dan Ngaliyan. Menurutnya persiapan untuk Pemilu 2029 mulai dilakukan saat ini.
"Tahun ini kita step by step, fokus ke konsolidasi, membangun jaringan baru dan fokusnya tentu menata di internal dulu ya," bebernya.
Dia mengaku target pada Pemilu 2029 memang ada, jika pada tahun. 2024 lalu PDI-Perjuangan mendapatkan 14 kursi di tingkat DPRD Kota Semarang, pada tahun 2029 mendatang targetnya adalah meraih kursi sebanyak mungkin.
"Targetnya sebanyak mungkin ya, makanya kita siapkan mesin sampai anak ranting agar bisa menambah kursi," pungkasnya.
Semarang itu, Ketua PAC Semarang Barat, Femega Dian menjelaskan jika kepengurusan ranting dan anak ranting yang dilantik, merupakan kolaborasi antara kader senior dan junior termasuk kalangan generasi milenial dan generasi Z, termasuk kalangan wanita.
"Karena pemilih terbanyak ada di Generasi Z yakni 26 persen, dan milenial 24 persen. Sisanya adalah generasi sebelumnya, maka dari itu kita juga tidak melupakan para senior," ujarnya.
Dian sapaannya menjelaskan, dengan terbentuknya struktur sampai tingkat bawah, pihaknya siap merapatkan barisan dengan melakukan konsolidasi internal, dan melakukan penyerapan aspirasi masyarakat.
"Kita optimis jika Semarang, terutama Semarang Barat akan tetap menjadi kandang banteng," pungkas dia. (den)
Editor : Baskoro Septiadi