SEMARANG – Isu kepindahan mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) ke Partai Solidaritas Indonesia kian menguat. Di tengah menyempitnya ruang politik Hendi di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), PSI memastikan pintunya terbuka apabila mantan Ketua DPC PDIP Kota Semarang itu benar-benar memilih berlabuh ke partai berlambang gajah tersebut.
Anggota DPRD Jawa Tengah dari PSI Muhammad Farchan mengatakan, perpindahan kader merupakan dinamika yang lazim dalam politik. Menurutnya, setiap tokoh memiliki hak menentukan kendaraan politik yang dinilai masih memberi ruang untuk berkiprah.
"Di panggung politik semua bisa terjadi. Kalau sudah tidak nyaman di rumah yang lama, bisa saja mencari rumah yang baru," ujarnya usai rapat paripurna di Gedung Berlian, Rabu (8/7).
Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi bergabungnya Hendi ke PSI setelah beredar kabar pertemuannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Hendi maupun PSI terkait isu tersebut.
Namun, manuver politik itu dinilai tidak muncul tanpa sebab. Dalam beberapa tahun terakhir, posisi Hendi di tubuh PDIP terus mengalami pergeseran. Setelah tidak lagi menjabat Wali Kota Semarang, pengaruh politiknya di struktur partai juga menurun.
Nama Hendi tidak lagi masuk dalam jajaran pengurus strategis PDIP Jawa Tengah maupun kepengurusan pusat. Bahkan, pada kontestasi politik terakhir, perannya tidak lagi menjadi penentu sebagaimana saat masih memimpin Kota Semarang.
Kondisi tersebut memunculkan penilaian bahwa ruang politik Hendi di PDIP semakin terbatas. Di sisi lain, Hendi masih memiliki modal elektoral yang kuat. Pengalaman memimpin Kota Semarang selama dua periode, pernah memimpin DPC PDIP Kota Semarang, hingga maju sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Tengah menjadikan namanya tetap diperhitungkan di panggung politik Jawa Tengah.
Bagi PSI yang tengah memperkuat basis politik di Jawa Tengah, figur dengan rekam jejak dan jaringan seperti Hendi dinilai dapat menjadi tambahan kekuatan menjelang kontestasi politik berikutnya.
Farchan menegaskan PSI tidak menutup pintu bagi siapa pun yang ingin bergabung.
"Namanya partai itu terbuka. Siapa pun boleh bergabung. Kalau ingin partai besar, tentu harus membuka ruang bagi tokoh-tokoh yang ingin masuk," katanya.
Meski demikian, Farchan mengaku belum menerima informasi resmi mengenai rencana kepindahan Hendi.
"Kalau sampai hari ini saya belum mendengar pernyataan resmi. Tapi perpindahan partai dalam politik merupakan hal yang lumrah," tegasnya.
Menurut Farchan, apabila benar bergabung, Hendi akan menjadi aset politik bagi PSI di Jawa Tengah.
"Wali kota dua periode, pernah memimpin partai di tingkat kota, juga pernah maju sebagai calon wakil gubernur. Itu modal besar untuk memperkuat PSI di Jawa Tengah. Kami tentu menyambut baik," tandasnya. (kap/zal)
Editor : Muhammad Rizal Kurniawan