RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dolfie Othniel Frederic Palit resmi ditugaskan sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah periode 2025-2030.
Ia menggantikan Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan periode 2019-2014. Posisi itu juga sempat dijabat oleh FX Hadi Rudyatmo sebagai Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng.
Penunjukan Dolfie ini merupakan tindak lanjut dari hasil Kongres Partai ke-6 PDI Perjuangan. Pelantikan dilaksanakan dalam Konferensi Daerah (Konferda) di Semarang yang berlangsung 27-28 Desember 2025.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani hadir secara langsung.
Pada kesempatan itu Dolfie menjelaskan, Konferda merupakan agenda nasional partai yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Jawa Tengah menjadi daerah ke-37 dari total 38 Konferda yang digelar PDIP.
"Agenda konferda ini adalah pertama laporan pertanggungjawaban dari pengurus yang sebelumnya. Laporan pertanggungjawaban tadi disampaikan dan diterima oleh seluruh utusan," kata Dolfie usai Konferda PDI Perjuangan Jateng di Hotel Patra Jasa, Sabtu (27/12) malam.
Pihaknya menyebut total kepengurusan berjumlah 25 orang. Keterwakilan perempuan sudah melampui 30 persen yakni sebanyak delapan orang.
"Sudah dibentuk kepengurusan ke depan. Saya ditugaskan oleh Ibu Ketua Umum sebagai Ketua DPD (PDIP Jawa Tengah). Pak Manto (Ketua DPRD Jateng) ditugaskan sebagai sekretaris," ungkapnya.
Menurutnya ia bisa terpilih menjadi pemimpin PDI Perjuangan Jateng berdasarkan rapat pleno di DPP dan lolos dalam seleksi.
"Kalau kita baca SK-nya itu adalah berdasarkan pada psikotes dan berdasarkan rapat pleno DPP. Kalau alasan subjektif dari rapat pleno DPP saya tentu tidak tahu," tegasnya.
Terkait program ke depan, Dolfie menegaskan seluruh arah kebijakan PDIP Jawa Tengah akan diselaraskan dengan keputusan Kongres PDIP, dari sisi politik, program, hingga organisasi.
"Kami nanti bersama pengurus yang baru akan menyusun itu dalam bentuk implementasi yang lebih konflik di lapangan," akunya.
Dolfie juga menyampaikan pesan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada seluruh jajaran pengurus baru. Diantaranya harus tetap solid dan dekat dengan rakyat.
"Pesan Ketum pastilah bahwa pertama satu solid, kedua dekat dengan rakyat," bebernya.
Ia menyebut tugas utama yang diembankan kepadanya adalah mengembalikan kejayaan PDIP di Jawa Tengah menjadi Kandang Banteng. Terutama saat Pemilu 2029 mendatang agar lebih unggul dari posisi tahun 2019 lalu.
“Targetnya itu, mengembalikan Jawa Tengah sebagai kandang banteng dan benteng banteng," tegasnya.
Kendati demikian, Dolfie mengakui tantangan politik ke depan semakin kompleks seiring perubahan peta sosial dan cara komunikasi masyarakat. Sementara di internal partai, tantangan utama adalah memastikan kaderisasi berjalan baik.
“Tantangannya adalah bagaimana kaderisasi bisa berjalan dan bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan yang di luar tadi itu,” pungkasnya.
Para tokoh hadir dalam Konferda tersebut. Diantaranya Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDIP Bidang Keanggotaan dan Organisasi Andreas Hugo Pareira, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Bidang Pemerintahan Utut Adianto, serta Ketua DPP PDIP Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi Kerakyatan Abdullah Azwar Anas.
Selain jajaran elite DPP, Konferda ini juga dihadiri oleh calon gubernur usungan PDIP pada Pilgub Jawa Tengah 2024, Andika Perkasa, serta seluruh pengurus DPC dan kader PDIP se-Jawa Tengah. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi