RADARSEMARANG.ID — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi menetapkan tiga calon ketua umum (caketum) untuk periode 2025–2030 dalam proses Pemilihan Raya internal yang puncaknya akan digelar di Kongres PSI pada 19 Juli 2025 di Solo.
Ketiga caketum itu adalah Ketua Umum PSI petahana Kaesang Pangarep, Wakil Ketua DPD PSI Jawa Barat Ronald Ariston Sinaga alias Bro Ron, dan Juru Bicara PSI Agus Mulyono Herlambang.
”Dengan ini kami sudah memeriksa kelengkapan dokumen para kandidat dan dengan ini kami nyatakan bahwa ketiganya sudah memenuhi syarat untuk maju sebagai calon ketua umum,” kata Ketua Steering Committee Kongres PSI Andy Budiman.
Ia menyebutkan, ketiga caketum itu telah memenuhi syarat verifikasi administrasi dan memenuhi dukungan minimal yang disyaratkan partai.
Bro Ron yang mendaftar pertama tercatat memperoleh dukungan dari enam Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 36 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk maju sebagai caketum PSI.
Kemudian, Kaesang Pangarep memperoleh dukungan 10 DPW dan 78 DPD.
Sedangkan, Agus Mulyono Herlambang yang memperoleh dukungan enam DPW dan 24 DPD.
Nomor urut ditentukan Setelah tiga caketum ditetapkan, ketiga kandidat pun mendapatkan nomor urut yang ditentukan berdasarkan urutan pendaftaran, berikut daftarnya:
Nomor urut 1: Ronald Ariston Sinaga
Nomor urut 2: Kaesang Pangarep
Nomor urut 3: Agus Mulyono Herlambang
Selanjutnya, ketiga kandidat akan mulai menjalani masa kampanye dan sosialisasi visi-misi yang dijadwalkan berlangsung hingga hari pemilihan raya pada Kongres mendatang.
“Kami berikan kesempatan untuk melakukan kampanye ataupun sosialisasi penyampaian visi-visi dalam berbagai cara. Kami berikan kebebasan kepada ketiga kandidat untuk menggunakan berbagai platform, metode untuk penyampaian visi-visi kepada seluruh anggota Partai PSI,” ujar Sekretaris Steering Committee Benediktus Papa.
Kongres PSI 2025 akan diselenggarakan di Kota Solo pada 19 Juli 2025, dan ditutup dengan resepsi penutupan pada 27 Juli 2025.
Pemilihan raya ketua umum PSI dilakukan oleh seluruh anggota partai sebagai bentuk pemilu internal terbuka dan langsung.
Baca Juga: Amien Rais - Roy Suryo Ikut Dalam Aksi Demo di UGM Perihal Keaslian Ijazah Jokowi
Pendaftaran caketum PSI dibuka 13 Mei hingga 23 Juni 2025.
Selama, pendaftaran dibuka terdapat beberapa tokoh termasuk Kaesang Pangarep yang maju lagi jadi caketum.
Nama Jokowi yang digadang-gadang ke PSI ternyata tidak daftar caketum.
Sehingga dipastikan Jokowi tidak ada dalam daftar nama caketum PSI.
Kepastian Jokowi tak daftar diungkap Kaesang.
Menurutnya, ayah dan putra tak mungkin saling berkompetisi di lingkup pemilihan yang sama.
”Saya sudah berkomunikasi dengan beliau, saya sudah 1 minggu ini di Solo dan baru saja tadi mendarat pukul 03.00 tadi. Mengenai beliau akan menjadi Ketum atau tidak, itu sudah kami obrolkan di seminggu terakhir ini, dan nggak mungkin juga, anak sama bapak saling berkompetisi,” kata Kaesang setelah mendaftarkan diri sebagai Caketum PSI di DPP PSI, Jakarta Pusat.
Kaesang mengatakan anak muda merupakan pemimpin masa kini, bukan pemimpin masa depan.
Dia mengatakan hal itu kepada Jokowi untuk memberikan kesempatan kepada anak muda.
”Yang saya yakinkan kepada beliau adalah satu, berilah kesempatan kepada anak muda. Anak muda itu bukan pemimpin masa depan, anak muda itu pemimpin masa kini,” ujarnya.
Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer (Noel), menilai Jokowi seperti partai yang berjalan.
”Ya, Pak Jokowi mau jadi ketua dirinya sendiri kali. Jokowi kan kayak partai yang berjalan. Pak Jokowi kan ketua umum partai yang berjalan, namanya,” kata Noel kepada wartawan.
Ketua Relawan Prabowo Mania ini menyebutkan Jokowi memiliki magnet khusus di kancah perpolitikan Tanah Air.
Menurut dia, Jokowi sebagai entitas tersendiri.
”Jokowi kan magnet politik tersendiri, dia. Orang nggak ngapa-ngapain aja dihajar-hajar terus, orang nggak ngerti. Suruh lengser udah lengser, dihajar. Nggak ngapa-ngapain, dihajar. Berarti Jokowi itu punya magnet tersendiri secara politik. Artinya, Pak Jokowi itu entitas tersendiri gitu,” katanya.
Editor : Baskoro Septiadi