RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 38 bakal calon kepala daerah sudah mendapat rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Salah satunya dari Provinsi Jawa Tengah yakni Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusif untuk maju dalam Pemilihan Gubenrur (Pilgub) mendatang.
Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar usai memberikan pembekalan kepada bakal calon kepala daerah (bacakada) dari Jawa Tengah di Hotel Grand Arkenso, Kamis (6/6).
Cak Imin sapaan akrabnya menyampaikan total ada 3000 pendaftar sebagai bacakada se-Indonesia. Nantinya yang akan mendapat rekomendasi sekitar 550 calon.
"Keputusan Juni akhir dari 3000 (pendaftar) kita sudah putuskan baru 38 calon kepala daerah. Masih banyak kepala daerah yang harus kita putuskan," jelas Cak Imin.
Ia menambahkan untuk calon gubernur Jateng, PKB telah memberikan rekomendasi kepada Gus Yusuf.
Pihaknya terus mendorong Ketua DPW PKB Jateng itu untuk maju pada Pilkada serentak mendatang.
"Iya kita terus berikhtiar berusaha meyakinkan partai-partai lain agar Gus Yusuf menjadi calon gubernur. Karena alhamdulillah survey-survey yang ada Gus Yusuf ini masih yang tertinggi dibanding calon-calon yang lain," tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyebut daerah lain yang belum mendapat rekomendasi disebabkan karena masih menunggu kandidat.
Ada juga wilayah yang belum menentukan arah koalisi.
"Ada kalanya sulit menunggu koalisi, ada juga yang menunggu kandidat," akunya.
Menurutnya calon-calon yang masuk dan mendaftar di PKB ini dari lintas partai.
Pihaknya mengapresiasi niat dara para bacakada yang telah memilih partai berideologi moderat ini untuk melangkah lebih jauh.
"Kami tegaskan kepada seluruh teman-teman partai-partai manapun ini calon yang masuk ke PKB itu dari lintas partai, berbagai partai, berbagai latar belakang, punya modal masing-masing partai bahkan banyak pengurus parta yang berbeda beda," ungkapnya.
Cak Imin pun menyampaikan selamat datang kelada bacakada yang bukan merupakan kader internal dari PKB. Pemilihan rekomendasi untuk bacakada ini, kata dia tidak berdasar pada kader partai.
Melainkan akan dilaksanakan UKK dan fit and proper test. Sehingga calon nantinya benar-benar memahami PKB juga daerah yang bakal dipimpin.
"Tidak ada semua kita bebaskan, semua calon dari partai apapun sama. Yang penting nanti kompetensinya, kualitasnya, kapasitasnya, dan daya pilihnya," bebernya.
Pihaknya meminta kepada bacakada, agar ke depan terpilih bisa tegak lurus dengan kepemimpinan nasional.
Menurutnya persaingan saat Pilpres lalu telah usai. Sehingga siapapu yang terpilih, di usung oleh partai apapun bisa menjadi koalisi cair.
Sehingga kompetisi bisa dilalukukan secara sehat dan terbuka tanpa ada penegakan dari aparat.
"Karena itu kita berharap kepemimpinann siapapun yang terpilih di daerah adalah kepemimpinan yang tegak lurus dengan kepemimpinan nasional. Sehingga tidak perlu saling dicurigai, karena di sini cair, semua partai menjadi bagian dari koalisi yang berbeda," pungkasnya. (kap/bas)