Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Sikapi Langkah BEP di Pilwalkot, Kubu YS Panik

Iskandar • Selasa, 28 Mei 2024 | 22:27 WIB

Bambang Eko Purnomo (berpeci) saat mendaftar ke Partai Demokrat, beberapa waktu lalu.
Bambang Eko Purnomo (berpeci) saat mendaftar ke Partai Demokrat, beberapa waktu lalu.


RADARSEMARANG.ID—Pendukung bakal calon wali kota Semarang Bambang Eko Purnomo, menyayangkan sikap DPC Partai Demokrat Kota Semarang yang dianggap terlalu dini menggalang dukungan terhadap pencalonan Yoyok Sukawi.

Alasannya, di internal Demokrat, masih ada bakal calon lainnya sesama kader Demokrat yang memiliki peluang sama, yakni Bambang Eko Purnomo alias BEP.

Pendukung BEP yang tergabung dalam Brigade Nusantara (Brinus) melalui Wakil Ketua Brinus, Budi Semawis menilai, langkah DPC Demokrat Kota Semarang mendeklarasikan Yoyok sebagai calon wali kota, merupakan tindakan terlalu dini.

Apalagi, menurut Budi Semawis, penjaringan baru selesai dilakukan.

Budi berpendapat, tindakan terlalu terburu-buru Demokrat Kota Semarang, seperti ingin mengganjal calon lainnya, seperti Bambang Eko Purnomo.

Hal ini, ungkap Budi Semawis, berpotensi menimbulkan perpecahan antara kubu Yoyok Sukawi dan kubu BEP.

"Ini menjadi pertanyaan kita. Apakah hal tersebut pula dengan pendaftaran serta pengembalian berkas Mas BEP ke Partai Demokrat Kota Semarang serta diikuti pendaftaran juga di beberapa partai lain, menjadikan Yoyok Sukawi beserta tim menjadi panik terhadap kemunculan Bambang Eko, yang notabene sama-sama satu partai," kata Budi dalam siaran rilisnya yang diterima redaksi portal online ini, Senin (27/5).

Masih dalam rilis tersebut, Budi menyampaikan, kondisi yang demikian bisa menimbulkan perpecahan di tingkat akar rumput.

"Ini menjadi pertanyaan kita. Hal tersebut memang membuat perpecahan grass root di tingkat bawah. Ini sangat kita sayangkan. Yang seharusnya para elit partai harus berpikir ulang. Serta memberikan solusi yang terbaik," ucap Budi.


Untuk diketahui, dua kader Demokrat, mencalonkan diri menjadi bakal calon wali kota Semarang.

Yakni, Yoyok Sukawi, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat dan Bambang Eko Purnomo, anggota DPRD Jateng, juga dari Fraksi Partai Demokrat.

Selain legislator, Yoyok tercatat sebagai CEO PSIS Semarang.

Sedangkan BEP, selain sebagai legislator, merupakan Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah.

Dua kader Partai Demokrat ini, selain mengambil dan mendaftarkan melalui partainya, juga mendaftar melalui parpol lain.

Yoyok Sukawi, misalnya, putra Sukawi Sutarip, mantan Wali Kota Semarang itu, juga tercatat mendaftar melalui Partai Golkar, Partai Gerindra, PKS, dan sejumlah parpol lainnya.

Pun, dengan Bambang Eko. Anak dari pensiunan PNS itu, juga mendaftar melalui PKB, Partai Golkar, PPP, PSI, PAN, dan rencananya mendaftar melalui Nasdem dan Gerindra.

Pencalonan Bambang Eko Purnomo sendiri, sebagai bakal calon wali kota Semarang, mendapat dukungan dari kalangan arus bawah.

Seperti komunitas otomotif pecinta CB, asosiasi pedagang mie-bakso, pegiat seni dan budaya Semarang, dan lainnya. Dukungan juga disuarakan oleh Pemuda Pancasila PAC Semarang Utara. (isk)

Editor : Tasropi
#Wali Kota Semarang #Partai Demokrat #arus bawah #Bambang Eko Purnomo