RADARSEMARANG.ID—Pentolan Pemuda Pancasila Jawa Tengah, Bambang Eko Purnomo, Senin, 20 Mei 2024, resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon wali kota Semarang ke DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang.
Bambang Eko Purnomo, legislator DPRD Jateng dari Partai Demokrat tersebut, sebelumnya telah mendaftar melalui sejumlah partai. Yakni, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dua parpol lainnya yang juga akan disambangi Bambang Eko adalah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Ditemani sejumlah relawan Sederek Mas BEP, pria murah senyum itu, diterima Ketua DPD PSI Kota Semarang, Melly Pangestu dan sejumlah pengurus PSI.
Berbeda dengan parpol lain, pengembalian formulir pendaftaran bakal calon wali kota/wakil wali kota dilakukan di sebuah kafe di bilangan Srondol.
BEP—sapaan intim Bambang Eko Purnomo—mengatakan, antara dirinya secara personal dengan PSI telah terjalin hubungan dan komunikasi cukup baik.
Kebetulan, lanjut BEP, tak sedikit anggota ormas kepemudaan Pemuda Pancasila merupakan anggota PSI.
“Di Pemuda Pancasila Jawa Tengah, saya sebagai Ketua MPW (Majelis Pimpinan Wilayah). Nah, banyak anggota PP adalah kader atau pengurus PSI,” kata pria yang dikenal dekat dengan kalangan pemuda, tersebut.
Terlebih, PSI merupakan partainya anak muda.
Satu sisi, lanjut Bambang Eko, ia butuh dukungan dari anak-anak muda, utamanya generasi milenial, terkait pencalonan dirinya sebagai bakal calon wali kota Semarang.
“Di Pemuda Pancasila, anggota saya banyak anak-anak muda. Tentu saya tahu betul dan memahami apa yang diinginkan mereka,” kata BEP.
Artinya, ini klop dengan garis besar visi-misi PSI yang mewadahi anak-anak muda untuk lebih aware dan menjadi bagian dari agen perubahan untuk keberlanjutan pembangunan bangsa ini.
“Dalam konteks Kota Semarang, tentu anak-anak muda yang ingin melihat kotanya lebih maju, lebih memahami kebutuhan milenial melalui kebijakan-kebijakan pembangunan yang tentu berbasis digital,” kata BEP.
Di tempat yang sama, Ketua DPD PSI Kota Semarang, Melly Pangestu, menyambut baik pendaftaran Bambang Eko Purnomo melalui partai yang diketuai oleh Kaesang Pangarep, anak bungsu Presiden RI, tersebut.
PSI Kota Semarang masih membuka kesempatan kepada bakal calon lainnya untuk mendaftar melalui PSI.
“Kami masih cukup panjang membuka pendaftaran hingga 1 Agustus 2024 mendatang,” kata Melly.
Masih menurut Melly, nama-nama pendaftar cawalkot maupun cawawalkot yang sudah masuk, nantinya akan diserahkan ke DPP PSI.
“Tentu kami akan memberikan catatan-catatan kepada DPP PSI, terkait nama-nama calon,” ucap anggota DPRD Kota Semarang itu.
Apakah ada mekanisme uji kelayakan dan kompetensi yang dilakukan oleh DPP PSI?
Melly menyampaikan, “Tentunya harus ada ya mekanisme seperti itu,” ucap Melly.
Yang pasti, lanjut perempuan berambut pendek itu, pihak DPP PSI-lah yang berwenang memberikan rekomendasi terkait nama-nama calon yang nantinya bakal diusung oleh PSI.
Sejauh ini, beber Melly, belum ada kader internal yang resmi mendaftarkan diri sebagai cawalkot maupun cawawalkot.
“Tentu akan kami dorong, agar kader kami sendiri bisa nyalon.”
Melly Pangestu menjelaskan, PSI sudah menerima pengembalian berkas pendaftaran calon. Antara lain, Yoyok Sukawi, CEO PSIS yang juga anggota DPR RI dari Partai Demokrat.
Nama lainnya Dewi Susilo Budihardjo, Dewan Pakar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Pusat.
“Setelah Mas Bambang Eko, rencananya nanti Pak Iswar (Iswar Aminudin, Sekda Pemkot Semarang) akan mengembalikan formulir,” kata Melly yang pada pemilu Februari lalu, kembali terpilih sebagai legislator DPRD Kota Semarang.
Untuk diketahui, pencalonan Bambang Eko Purnomo, didukung oleh sejumlah elemen masyarakat.
Tak sedikit yang meminta langsung kepada Bambang Eko Purnomo untuk maju sebagai calon wali kota Semarang.
Dukungan datang dari ormas Brigade Nusantara (Brinus), asosiasi pedagang mie-bakso, komunitas pecinta otomotif, pegiat budaya Semarang hingga di internal ormas Pemuda Pancasila (PP) sendiri. (isk)
Editor : Tasropi