RADARSEMARANG.ID - Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka terlihat mengenakan jaket berwarna biru langit dengan desain yang unik.
Gibran baru menggunakan jaket itu pada segmen kedua debat cawapres, Minggu malam (21/1). Ketika tanya jawab dengan panelis dan menanggapi jawaban cawapres lain.
Setelah ditelusuri ternyata desain jaket tersebut sama seperti yang dikenakan dalam serial anime Naruto.
Secara desain jaket Naruto dan Gibran memiliki tampilan yang sama terutama dari bentuk dan kerah leher yang tinggi, namun memiliki warna dasar yang berbeda disesuaikan dengan warna tim pemenangan 02.
Jika jaket pada anime Naruto memiliki warna dasar oranye dengan kombinasi biru gelap dan putih.
Sedangkan jaket yang dikenakan Gibran memiliki warna dasar biru langit dikombinasikan dengan abu-abu gelap dan putih.
Jaket yang dipakai Gibran juga disertai lambang Uzumaki yang merupakan klan Naruto, Lambang itu tertera di dada kanan Gibran. Lalu dada kirinya tersemat nama Prabowo-Gibran.
Jaket ini juga terlihat dikenakan puluhan pendukungnya yang hadir di arena debat kali ini.
Para pendukungnya bahkan banyak yang mengenakan ikat kepala hitam dan kacamata hitam.
Di bagian belakang jaket mereka, terpampang nomor 2, beserta nama "Samsul", julukan akronim yang belakangan kerap disematkan kepada Gibran karena ia sempat salah menyebut "asam sulfat" untuk ibu hamil.
Gibran memakai baju yang berbeda saat sesi pertama debat cawapres malam ini. Saat muncul pertama kali, Gibran mengenakan kemeja biru muda. Kemeja itu terpasang pin berlogo Mugiwara dari serial anime One Piece.
Diketahui Gibran memang sering menampilkan sesuatu yang berbau anime seperti naruto dalam kegiatannya, terutama dalam postingan di sosial medianya.
Naruto adalah tokoh utama dalam serial anime berjudul sama. Naruto diceritakan sebagai seorang ninja muda yang berambisi menjadi hokage atau pemimpin desa Konoha.
Di anime itu Naruto berstatus anak hokage keempat Konoha bernama Minato, Naruto berkarier sebagai ninja dan berhasil menjadi hokage di akhir cerita.
Editor : Baskoro Septiadi