RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengantongi peluang memenangkan Pilpres 2024 satu putaran.
Prabowo-Gibran yang saat ini masih mencatatkan elektabilitas terkuat di Pilpres seakan tidak terkejar oleh pasangan capres-cawapres lainnya.
“Elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 50,8 persen, kokoh di atas 50 persen atau berpeluang menang satu putaran pada Pilpres 2024 mendatang,” kata Direktur Program Nusantara Strategic Network (NSN), Huslidar Riandi, dalam keterangannya.
Baca Juga: Faktor Jokowi Menguat, Prabowo-Gibran Semakin Unggul dari Ganjar-Mahfud di Jateng
Huslidar melanjutkan sebelum berpasangan dengan Gibran, elektabilitas Prabowo memang kerap bersaing dengan Ganjar Pranowo.
Namun, ketika memutuskan berpasangan dengan Gibran, elektabiltias Prabowo semakin melejit.
“Sebelumnya Prabowo dan Ganjar masih sama-sama unggul dalam bursa capres, tetapi kemudian Prabowo-Gibran melejit,” ucap Huslidar.
Di sisi lain, Huslidar menekankan, dengan Gibran menjadi cawapresnya Prabowo, hal itu semakin mempertegas arah dukungan Presiden Jokowi.
Menurutnya, kini telunjuk Presiden Jokowi hanya mengarah kepada pasangan Prabowo-Gibran.
“Munculnya paket Prabowo-Gibran membuat sikap Jokowi tidak lagi abu-abu atau lebih tegas berpihak ke mana,” tuturnya.
Maka dari itu, Huslidar menegaskan berpalingnya Presiden Jokowi kepada Prabowo-Gibran semakin membuat merosot elektabilitas Ganjar-Mahfud MD.
Ia meyakini, Prabowo-Gibran sudah semakin terang untuk memperoleh kemenangan di Pilpres 2024.
“Hilangnya endorsement Jokowi terhadap Ganjar memberikan disinsentif dan berdampak pada anjloknya pasangan Ganjar-Mahfud,” ujar Huslidar.
Tambahan informasi, survei NSN dilakukan pada periode 23-27 Desember 2023 dengan melibatkan 1200 responden.
Adapun metode surveinya adalah multistage random sampling, dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (web/ikl/isk)
Editor : Tasropi