RADARSEMARANG.ID, CALON Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berpotensi besar memenangkan Pilpres 2024 satu putaran.
Dengan elektabilitas lebih dari 50 persen, Prabowo-Gibran jauh meninggalkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
“Elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran mulai stabil pada kisaran 50 persen lebih, sehingga dipastikan Pilpres berjalan hanya satu putaran,” kata Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer, Leonard SB.
Leonard melanjutkan, elektabilitas Prabowo-Gibran sulit dibendung oleh Ganjar-Mahfud MD maupun Anies-Muhaimin.
Baca Juga: Prabowo-Gibran DInilai Mampu Menangkan Dukungan Masyarakat Jawa Tengah
Terlebih ketika berpasangan dengan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, elektabilitas Prabowo terus melejit.
“Pemilih Prabowo-Gibran juga mulai solid dan sulit berpindah lagi,” ucap Leonard.
Jika dikulik lebih dalam, berdasarkan survei Indometer periode 1-7 Desember 2023, elektabilitas Prabowo-Gibran terus mengalami tren kenaikan positif.
Tercatat dari Oktober 2023 hingga Desember 2023, elektabilitas Prabowo-Gibran semakin menguat.
Pada Oktober 2023, Prabowo-Gibran memperoleh total suara sebanyak 45,3 persen. Angka itu terus menguat menjadi 50,1 persen pada November 2023 dan puncaknya semakin kokoh dengan 50,8 persen di Desember 2023.
Di sisi lain, elektabilitas Ganjar-Mahfud MD terus merosot. Pada Oktober 2023, pasangan capres-cawapres yang diusung PDIP tersebut mengantongi 32,8 persen suara.
Kemudian, semakin melemah ke angka 25,8 persen di November 2023 dan terperosok semakin dalam ke angka 21,2 persen pada Desember 2023.
Oleh karena itu, Leonard menyimpulkan, baik Ganjar-Mahfud MD maupun Anies-Muhaimin sangat sulit untuk mengejar perolehan suara Prabowo-Gibran.
Menurutnya, elektabilitas Prabowo-Gibran akan semakin menguat jelang hari pemungutan suara pada Pilpres 2024. Sedangkan Ganjar-Mahfud MD maupun Anies-Muhaimin semakin kesulitan dan hanya mampu bersaing untuk memperebutkan suara terbanyak di peringkat kedua.
“Menurunnya elektabilitas Ganjar-Mahfud bisa dijelaskan dari sulitnya pasangan tersebut menawarkan gagasan di tengah kontestasi antara visi keberlanjutan dari kubu Prabowo-Gibran dan wacaran perubahan yang digaungkan Anies-Cak Imin,” tutup Leonard. (web/ikl/isk)
Editor : Tasropi