RADARSEMARANG.ID, Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dipastikan sudah mengantongi beragam dukungan dari berbagai macam lapisan masyarakat.
Hal itu juga termasuk dukungan yang didapatkan dari ratusan kader dan simpatisan PDIP yang berada di Jawa Tengah (Jateng).
Seperti diketahui, baru-baru ini Prabowo-Gibran memperoleh dukungan masif dari ratusan kader dan simpatisan PDIP yang berada di Jateng, tepatnya di Kabupaten Pekalongan.
Baca Juga: Imbas Drama PDIP vs Jokowi Buat Prabowo-Gibran Didukung Masyarakat Jateng
Adanya dukungan tersebut, diyakini semakin memperkuat posisi Prabowo-Gibran di Jateng.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menjelaskan adanya peralihan dukungan dari satu capres-cawapres ke pasangan yang lain merupakan hal yang wajar.
Menurutnya, tindakan alih dukungan itu merupakan realitas politik yang terjadi saat ini.
“Di alam demokrasi, switching partai kemudian pindah dukungan dari pasangan capres 1 ke pasangan lainnya, saya kira itu realitas politik yang wajar ya di alam demokrasi karena kandidat yang didukung sebelumnya dianggap tidak mampu memenuhi ekspektasi mereka dalam banyak hal,” kata Yusak, ketika dihubungi, Kamis (7/12/2023).
Limpahan dukungan ratusan kader dan simpatisan PDIP itu tentu memberikan efek kejut yang positif bagi elektabilitas Prabowo-Gibran terutama di wilayah Jateng.
Terbukti, adanya dukungan dari ratusan kader dan simpatisan PDIP itu semakin menajamkan elektabilitas Prabowo-Gibran.
Seperti dari rilis survei yang telah dikeluarkan Polling Institute pada Oktober 2023, pemilih PDIP yang memilih Prabowo-Gibran berada di angka 17,1 persen.
Namun, tak butuh lama dukungan pemilih PDIP kepada Prabowo-Gibran semakin meningkat menjadi 27,1 persen di survei yang sama untuk periode 15-17 November 2023.
Oleh karena itu, Yusak menegaskan, peralihan dukungan kepada Prabowo-Gibran tersebut semakin menunjukkan adanya penilaian yang negatif terhadap PDIP dan Ganjar Pranowo.
Oleh karena itu, besarnya alih dukungan itu semakin membuka fakta jika para kader dan simpatisan PDIP mulai menyukai dan mendukung Prabowo-Gibran untuk menjadi pemimpin Indonesia di 2024.
“Sehingga potensi terjadinya perpindahan dukungan itu cukup tinggi dan kalau kita perhatikan dari 204 juta pemilih belum semua menentukan pilihan artinya porsi swing voters masih ada dan mereka berpotensi pindah dari pemilih satu ke yang lain, kecuali pemilih yang sifatnya ideologis,” tutup Yusak. (web/ikl/isk)
Editor : Tasropi