RADARSEMARANG.ID, PASANGAN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka terus memastikan diri sebagai capres-cawapres dengan elektabilitas terkuat.
Adanya Efek Jokowi hingga dukungan ulama besar Nahdlatul Ulama (NU) seperti Habib Muhammadi Luthfi bin Ali bin Yahya, ditengarai menjadi sinyal Prabowo-Gibran semakin kuat di wilayah Jawa Tengah (Jateng).
“Lagi-lagi faktor Jokowi effect menjadi penentu selain dukungan tokoh-tokoh agama berpengaruh di Jawa Tengah, kembali semakin memperkuat momentum Prabowo-Gibran untuk memenangkan Pilpres 2024 terutama mengambil suara mayoritas di Jawa Tengah,” kata Peneliti Polling Institute, Kennedy Muslim, dalam keterangannya, Senin (27/11/2023).
Sejalan, pada kelompok Muhammadiyah, Prabowo-Gibran juga mendulang suara terbanyak.
Prabowo-Gibran memperoleh total dukungan sebesar 48,1 persen, diikuti Anies-Muhaimin dengan 29,6 persen dan Ganjar-Mahfud MD dengan 17,7 persen.
Selain memperoleh dukungan yang tinggi dari kedua organisasi Islam terbesr di Tanah Air itu, Prabowo-Gibran juga berkomitmen menyejahterakan para santri yang ada di Indonesia.
Mereka bertekad akan meluncurkan dana abadi pesantren agar para santri bisa berdikari dan berdaya menghadapi era digitalisasi.
Oleh karena itu, Prabowo-Gibran diyakini sebagai sosok pemimpin yang bisa merangkul semua golongan.
Mulai dari pesantren, alim ulama, hingga kepada anak muda yang akan berpartisipasi pada Pilpres 2024.
Maka dari itu, Prabowo-Gibran menjadi satu-satunya capres-cawapres yang terus mendapatkan limpahan dukungan.
Baik dari para pendukung loyal Jokowi pada Pilpres 2019 silam maupun dari simpul relawan Ganjar di Jateng yang perlahan mulai beralih dukungan dan memperkuat elektabilitas Prabowo-Gibran.
“Migrasi basis pendukung loyal Jokowi dan lonjakan pemilih muda dari gen Z dan milenial yang disertai makin solidnya basis pemilih partai pengusung menjadi alasan utama lonjakan elektabilitas Prabowo di survei pasca penetapan nomor urut di KPU,” pungkasnya. (web/ikl/isk)
Editor : Tasropi