RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Pemerintah Kecamatan Mijen memfasilitasi pembentukan tim penanganan stunting khususnya untuk menurunkan kasus stunting di pedesaan.
Hal ini disampaikan Camat Mijen Purkanto saat menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Demak.
Menurutnya, di masing-masing desa sudah ada anggarannya untuk penanganan stunting.
"Fokus penanganan stunting ada di pedesaan. Kecamatan fasilitasi bentuk tim penurunan stunting. Kita bertugas mengingatkan pemerintah desa agar punya terobosan dalam menangani stunting,"jelasnya.
Untuk menunjang kinerja tim, telah ada surat keputusan (SK) bagi tim penurunan stunting.
Menurutnya, selama ini, desa telah melaksanakan pemberian makanan tambahan bagi balita melalui kegiatan Posyandu.
"Yaitu, mulai dari ibu hamil maupun balita. Adapula, posyandu bagi remaja. Untuk posyandu remaja ini belum bisa semua desa. Namun, posyandu remaja sudah ada separuh lebih desa-desa yang ada," katanya.
Menurutnya, posyandu lansia juga harus ada. Selain ada penyediaan makanan kacang hijau juga ada senam lansia.
"Kalau untuk posyandu remaja belum sepenuhnya ada karena memang para remaja masih usia sekolah dan mondok. Meski demikian, tetap ada anggaran untuk posyandu,"ujarnya.
Di Kecamatan Mijen setidaknya ada 15 desa yang memiliki posyandu dalam penurunan stunting.
Yaitu, Desa Bantengmati, Desa Geneng, Desa Ngelowetan, Desa Bakung, Desa Mlaten, Desa Bermi, Desa Tanggul, Desa Mijen, Desa Pecuk, Desa Gempolsongo, Desa Jleper, Desa Ngelokulon, Desa Pasir, Desa Ngegot, dan Desa Rejosari.
Purkanto menambahkan, rata-rata progres penanganan stunting di desa menunjukkan hal yang positif.
Artinya, ada penurunan. Ini mendasarkan pada evaluasi semester 1 pada Agustus lalu. Sedangkan, untuk evaluasi tahap 2 dilakukan pada Desember 2024.
"Evaluasi dilakukan di akhir tahun anggaran,"katanya. Menurutnya, keberadaan anak stunting di tiap desa antara 4 sampai 5 anak. Tergantung tingkat kepadatan penduduk.
Menurutnya, di APBDes rata-rata di desa telah dianggarkan. Dan, baru dievaluasi pada perubahan tahun 2025 di bulan Desember.
"Dari sisi progres tetap ada perubahan atau penurunan stunting karena ada upaya memberikan makanan tambahan dengan anggaran Rp 15 ribu potong pajak per anak,"ujarnya.
Kepala Dinpermades P2KB Pemkab Demak, Taufii Rifai menyampaikan, makanan tambahan untuk anak stunting diperlukan agar anak-anak tersebut mendapatkan asupan makanan yang bergizi.
"Dengan asupan makanan bergizi, anak-anak stunting kita harapkan tidak stunting lagi,"jelasnya. (Adv/web/2.710 karakter/hib)
Editor : Agus AP