RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Kampanye pencegahan terhadap potensi terjadinya stunting bagi anak yang akan dilahirkan, Pemkab Demak melalui Dinpermades P2KB bersama pihak pemerintah kecamatan mensosialisasikan penundaan pernikahan dini bagi para perempuan.
Sosialisasi seperti ini antara lain dijalankan Kecamatan Mijen bersama pemerintahan desa, termasuk kolaborasi dengan pihak Kantor Urusan Agama (KUA) maupun Balai Penyuluh Keluarga Berencana (BPKB).
Menurutnya, tujuan penundaan pernikahan dini ini hanya untuk memberikan edukasi agar calon pengantin sama-sama sudah siap lahir dan batin dalam menjalani biduk rumah tangga.
"Kalau calon pengantin itu umurnya sudah matang, maka kehidupannya akan lebih tertata. Yang perempuan misalnya sudah 18 tahun. Untuk laki-laki setidaknya usia 24 tahun. Usia sudah matang dan sudah punya mata pencaharian,"katanya.
Dia menambahkan, sosialisasi penundaan pernikahan dini ini diperlukan agar tidak ada kekhawatiran bagi pelajar SMA yang masih belum berumur untui menjalani pernikahan.
"Jadi, menikah dini dampaknya secara psikologis akan berpengaruh kepada kejiwaan seseorang yang belum matang usianya. Apalagi kalau ekonominya kurang memadai sehingga berakibat asupan gizi bagi anak kurang sehingga bisa menyebabkan munculnya stunting,"katanya.
Pernikahan dini bisa memicu ketidakstabilan rumah tangga yang kemudian membuat dampak kurang positif bagi anak yang dilahirkan hasil pernikahan dini.
Sebab, sscara kejiwaan maupun fisik belum siap menerima beban rumah tangga maupun beban reproduksi.
Kepala Dinpermades P2KB Pemkab Demak Taufik Rifai menuturkan, untuk mencegah potensi munculnya stunting banyak hal yang harus dilakukan.
Termasuk membekali para calon pengantin agar memiliki pengetahuan dan kesiapan yang baik.
"Pembekalan bagi calon pengantin sudah berjalan sebagaimana mestinya. Ini supaya mereka memiliki kesiapan dalam berumah tangga,"jelasnya.
Pernikahan yang siap lahir batin akan mengurangi risiko reproduksi sehingga tidak ada pernikahan dini.
"Kita berharap, stunting bisa diatasi atau bisa dicegah dengan berbagai cara termasuk tidak menikah secara dini sehingga semua harus sudah siap,"jelasnya. (Adv/web/2.364 karakter/hib)
Editor : Agus AP