Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Peran Muballighot Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Soal Bahaya Stunting, MUI Demak Bersama Dinpermades P2KB Gelar Sosialiasi

Wahib Pribadi • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 21:10 WIB
Kepala Dinpermades P2KB Taufik Rifai bersama MUI Kabupaten Demak gelar sosialisasi stunting. (Wahibpribadi)
Kepala Dinpermades P2KB Taufik Rifai bersama MUI Kabupaten Demak gelar sosialisasi stunting. (Wahibpribadi)

 

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Peran para muballighot atau dai perempuan di Kabupaten Demak dalam memberikan kesadaran bagi masyarakat terkait bahaya stunting sangat dibutuhkan.

Mereka memiliki kemampuan berkomunikasi yang intensif dengan umat yang dibimbingnya.

Karena itu, para muballighot dalam setiap pengajian yang diberikan kepada warga dinilai mampu memberikan pencerahan yang efektif sehingga dapat menumbuhkan kesadaran warga dalam mengatasi masalah stunting.

Hal ini mengemuka dalam kegiatan pembekalan bagi muballighot mengenai percepatan penurunan stunting di Kabupaten Demak yang diselenggarakan oleh MUI Kabupaten Demak di Hotel Amantis Demak Oktober 2024.

Kegiatan ini bertujuan mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan berbasis masyarakat dan keagamaan.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Umum MUI Kabupaten Demak KH Ghozali Ihsan, Kepala Dinpermades P2KB Kabupaten Demak Taufik Rifai, ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Kabupaten Demak, dan anggota Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Provinsi Jawa Tengah.

Juga hadir dari elemen Muslimat NU Kabupaten Demak, unsur Aisyiyah Muhammadiyyah, MTP IPHI, para ibu Nyai Pimpinan Pesantren dan ibu Nyai Pimpinan Jam'iyyah.

Dalam kesempatan itu, sejumlah narasumber menyampaikan paparannya. Yaitu, Taufik Rifa'i selaku kepala Dinpermades P2KB Kabupaten Demak menyampaikan materi tentang stunting, penyebab dan cara nencegahnya.

"Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya stunting dan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia 2 tahun pertama anak (1000 HPK) menjadi perhatian pemerintah daerah,"katanya.

Sedangkan, Prof Dr Hj Arihah, M.Ag selaku Anggota Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Provinsi Jawa Tengah menyampaikan materi tentang peran muballighot terhadap percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, muballighot memiliki wawasan yang lebih baik tentang pentingnya gizi dan kesehatan ibu serta anak.

Selain itu, muballighot juga mampu menyampaikan informasi tentang pencegahan stunting kepada masyarakat, khususnya melalui pendekatan keagamaan dan kultural yang relevan dengan komunitas setempat.

"Terciptanya kolaborasi antara muballighot, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah dalam program penurunan stunting di Kabupaten Demak sangat dibutuhkan,"katanya. (Adv/web/2.615 karakter/hib)

Editor : Agus AP
#ketua umum mui #Dinkominfo Permades P2KB Demak 2024 #Dinpermades P2KB #web #penurunan stunting