RADARSEMARANG.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025.
Salah satu poin penting dalam regulasi ini adalah kebijakan kenaikan gaji bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Menaikkan gaji ASN (terutama guru, dosen, tenaga kesehatan, dan penyuluh), TNI/Polri, dan pejabat negara,” demikian bunyi poin 6 halaman 3 lampiran Perpres 79 Tahun 2025, dikutip (18/9/2025).
Salah satu poin penting dalam regulasi tersebut adalah kenaikan gaji bagi ASN, khususnya guru, dosen, tenaga penyuluh, serta anggota TNI dan Polri.
Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur negara yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik.
Perpres Nomor 79 Tahun 2025 telah diunggah melalui laman resmi Sekretariat Negara pada Kamis (18/9/2025).
Kebijakan ini tentunya menjadi angin segar bagi para ASN.
Langkah ini juga merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ASN.
Program kenaikan gaji bagi ASN TNI Polri dan pejabat negara resmi masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025.
Kabar kenaikan gaji ASN ini memicu pertanyaan masyarakat, khususnya terkait kemungkinan kenaikan gaji pensiunan PNS.
Banyak masyarakat warganet mengajukan pertanyaan melalui kanal resmi PT Taspen (Persero), perusahaan penyelenggara jaminan sosial untuk Pensiunan PNS.
Pemerintah resmi mengatur tunjangan Pensiunan PNS 2025 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2024.
Pencairan gaji dan tunjangan dilakukan oleh PT Taspen sebagai pengelola dana pensiun aparatur sipil negara.
Kesejahteraan ASN dan Pensiunan PNS Bisa Naik.
Hal ini ia ungkapkan saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PT. Taspen 2025.
Dalam kesempatan itu, Zudan Arif Fakrulloh juga meminta agar PT. TASPEN sebagai mitra kerja BKN untuk terus memperkuat layanan dengan berorientasi pada kebutuhan peserta, yakni berupa layanan pensiun bagi seluruh PNS.
“Ada empat harapan utama ASN dan pensiunan kepada Taspen, yaitu uang iuran harus aman, kesejahteraan tetap terjaga saat pensiun, manfaat iuran bisa dirasakan sejak masih aktif sebagai ASN, serta tersedianya informasi lengkap dan transparan terkait kondisi dana maupun perusahaan pengelolanya,” ujar Zudan dilansir dari siaran pers (2/10).
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menaruh perhatian khusus supaya besaran manfaat pensiun termasuk tunjangan hari tua bagi para PNS bisa naik.
Ia mengatakan, peningkatan pensiunan PNS semestinya dapat ditingkatkan untuk mendorong kesejahteraannya atas dedikasi puluhan tahun bekerja, sehingga bisa punya modal yang layak pasca-aktif, baik itu untuk usaha, tabungan, maupun modal instrumen lainnya.
Salah satu cara peningkatan manfaat pensiun bagi para PNS menurutnya ialah dengan menerapkan skema single salary system.
Skema itu ia anggap sebagai salah satu upaya untuk memperkuat kesejahteraan ASN, dan menjamin kesinambungan hak pensiunan di masa depan.
“Sistem gaji tunggal ini akan memberikan kepastian, keadilan, serta meningkatkan kesejahteraan ASN,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kesejahteraan pensiunan pegawai, Zudan turut mengingatkan agar Taspen mengoptimalkan peran perusahaannya supaya keuntungan yang diperoleh lebih besar sehingga manfaat pensiun pegawai bisa lebih besar.
Selain itu, Taspen dapat melibatkan BKN dan Kementerian PANRB sebagai mitra kerjanya dalam mendesain kebijakan pensiun.
Zudan juga menegaskan pentingnya keamanan dana yang dikelola Taspen sebagai fondasi kepercayaan para pengguna layanan pensiun.
Oleh karena itu, Ia mengajak Taspen untuk terus memperkuat layanan dengan berorientasi pada kebutuhan peserta.
Empat langkah utama yang ditekankan adalah meningkatkan layanan bagi peserta aktif dan pensiunan hingga mencapai zero complain dengan cara membuka ruang dialog bersama pemilik modal/owner, meningkatkan manfaat yang diterima peserta, memberikan kemudahan dalam pembayaran manfaat, serta memberikan kebebasan bagi peserta dalam memilih tempat pembayaran haknya.
Selain itu Zudan mendorong Taspen memanfaatkan teknologi ASN DIGITAL Super Platform yang telah mengintegrasikan 47 layanan kepegawaian dengan rata-rata kunjungan mencapai 3 juta per hari. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi