Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dedi Mulyadi Jadikan Progam KB Pria Syarat Terima Bansos: Berhenti Bikin Anak Kalau Tak Sanggup Menafkahi

Nayla Karima • Kamis, 1 Mei 2025 | 14:23 WIB

Dedi Mulyadi tegaskan syarat penerima bansos harus KB Vasektomi
Dedi Mulyadi tegaskan syarat penerima bansos harus KB Vasektomi

RADARSEMARANG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menerapkan kebijakan yang mewajibkan peserta penerima bantuan sosial di Jawa Barat untuk ikut program Keluarga Berencana (KB), khususnya KB pria Vasektomi.

Langkah ini diambil agar bantuan pemerintah tidak menumpuk pada satu keluarga.

Seperti yang dikutip dari akun x @asumsico Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ingin menerapkan kebijakan yang mewajibkan peserta penerima bantuan sosial (bansos) di Jawa Barat untuk ikut program Keluarga Berencana (KB), khususnya KB pria Vasektomi. langkah ini diambil agar bantuan pemerintah tidak menumpuk pada satu keluarga yang tidak mengendalikan jumlah anggotanya.

 Baca Juga: Remaja Viral Debat dengan Dedi Mulyadi Ternyata Bernama Egalita Aurelia, Suarakan Hak Siswa Soal Wisuda

Hal itu diungkapkan dalam rapat koordinasi kesejahteraan rakyat bertajuk "Gawé Rancagé Pak Kadés jeung Pak Lurah" di Bandung, Jawa Barat, Senin (28/4/2025).

Gubernur Jawa Barat itu mengatakan bahwa program keluarga berencana (KB) Akan Jadi Syarat Mutlak untuk penerima bantuan sosial (bansos).

"Jangan sampai kesehatannya dijamin, kelahirannya dijamin, tapi negara menjamin keluarga itu-itu juga. Yang dapat beasiswa, bantuan lahiran, rumah, bantuan non-tunai keluarga dia. Uang negara jadi mikul satu keluarga, Makanya berhentilah bikin anak kalau tidak sanggup menafkahi dengan baik," Tegasnya di rapat koordinasi kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Sebut Dedi Mulyadi Gubernur Konten di Gedung DPR Senayan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Dinilai Iri Netizen

Dedi Mulyadi juga menjelaskan semua bentuk bantuan ke depan, seperti sambungan listrik baru, beasiswa, hingga bantuan perumahan tidak layak huni akan mensyaratkan kepesertaan KB, terlebih metode vasektomi untuk pria.

Hal ini menuai kritikan pro dan kontra dari netizen.

"Tugas negara atau pemerintah itu mendidik (mengedukasi) dan mensejahterakan rakyatnya, bukan mencegah orang punya keturunan," komentar @UqEman.

"Berhenti buat anak kalau tak sanggup menafkahi, orang disini pada tidak paham maksudnya kali. Kalian tuh sdm rendah, pantes saja tidak setuju dengan beliau. Otaknya yang dipikirkan hanya bikin anak saja, tidak memikirkan kehidupan anak-anak kalian nanti," komentar @Wannabeyourvers.

 Baca Juga: Baim Wong Akhirnya Buka Suara, Mantan Suami Paula Verhoeven Beri Pesan Ini Untuk Para Buzzer

Dalam forum tersebut, Dedi menjelaskan temuannya di lapangan. Menurut pemaparannya, bantuan kelahiran melalui operasi sesar rata-rata mencapai 25 juta, menilai dana itu bisa dialihkan untuk membangun rumah sederhana.

Lebih lanjutnya, Dedi mencontohkan kasus satu keluarga miskin yang memiliki 22 anak. Menggambarkan angka kelahiran tinggi yang datang dari keluarga prasejahtera, di sisi lain orang kaya kesulitan mempunyai keturunan meskipun sudah membayar 2 miliar untuk bayi tabung.

Gubernur Jawa Barat akan memberikan stimulus senilai 10 miliar bagi desa yang berhasil memenuhi indikator kualitas hidup, termasuk pengelolaan KB dan akan dinobatkan sebagai "Desa Istimewa". (NK)

Editor : Baskoro Septiadi
#Dedi Mulyadi Bandingkan Beras dengan Skincare dan Rokok #gubernur jawa barat dedi mulyadi #dedi mulyadi