RADARSEMARANG.ID, — Presiden Prabowo Subianto mencetuskan, wacana pembangunan penjara khusus bagi koruptor di pulau terpencil yang juga dikenal memiliki banyak ikan hiu.
Sebagai bentuk komitmen dalam memberantas korupsi, ide ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Gagasan ini dianggap sebagai langkah progresif untuk memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi agar mereka benar-benar merasakan konsekuensi atas tindakan yang telah merugikan negara dan masyarakat.
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki banyak opsi yang bisa dipertimbangkan sebagai lokasi penjara khusus koruptor.
Beberapa pulau bahkan memiliki sejarah sebagai tempat tahanan atau lokasi strategis untuk keamanan negara.
Baca Juga: Gunung Padang Trending di Twitter, Piramida Tertua Dunia Dibandingkan Piramida Giza di Mesir
Lalu, pulau mana saja yang paling cocok untuk dijadikan penjara bagi para koruptor?
Berikut adalah beberapa pilihan pulau terpencil yang ideal untuk merealisasikan gagasan ini.
Deretan Pulau Terpencil yang Cocok untuk Penjara Koruptor
1. Pulau Nusakambangan (Jawa Tengah)
Pulau ini sudah dikenal sebagai “Alcatraz-nya Indonesia” karena menjadi lokasi berbagai lembaga pemasyarakatan dengan tingkat keamanan tinggi.
Dengan tingkat pengamanan ekstra ketat serta keterbatasan akses keluar-masuk, Nusakambangan bisa menjadi pilihan utama untuk menampung para koruptor kelas kakap.
2. Pulau Buru (Maluku)
Pulau Buru juga memiliki sejarah panjang sebagai lokasi tahanan politik pada era Orde Baru.
Letaknya yang jauh dari pusat kota serta minimnya akses transportasi menjadikannya kandidat potensial sebagai penjara khusus koruptor.
Selain itu, kondisi geografis Pulau Buru yang cukup menantang dengan hutan lebat dan minimnya fasilitas umum akan membuat para terpidana sulit melarikan diri.
3. Kepulauan Natuna (Kepulauan Riau)
Pulau-pulau kecil di sekitar Natuna bisa dimanfaatkan sebagai lokasi penjara terpencil.
Selain jauh dari daratan utama, akses yang terbatas dapat meminimalkan peluang koruptor untuk melarikan diri atau melakukan praktik suap di dalam penjara.
Ditambah lagi, keberadaan patroli maritim di kawasan ini dapat membantu memperketat pengawasan terhadap para tahanan.
4. Pulau Morotai (Maluku Utara)
Pulau Morotai pernah menjadi basis militer penting pada Perang Dunia II.
Dengan sedikit modifikasi, pulau ini bisa diubah menjadi pusat hukuman bagi para koruptor sekaligus tempat tahanan dengan pengamanan ketat.
Ditambah dengan jaraknya yang cukup jauh dari pusat kota, Morotai menjadi salah satu opsi terbaik untuk dijadikan lokasi penjara khusus bagi para koruptor.
Baca Juga: Cara Menukar Uang Pecahan Baru di Bank BRI, BSI dan Mandiri Buat THR Anak-anak Tanpa Antre
5. Pulau Sebatik (Kalimantan Utara)
Pulau yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini memiliki lokasi strategis untuk dijadikan penjara bagi koruptor.
Dengan pengawasan ekstra ketat, risiko para tahanan melarikan diri ke luar negeri dapat diminimalisir.
Pemerintah bisa bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal yang memungkinkan para koruptor untuk meloloskan diri.
6. Pulau Enggano (Bengkulu)
Enggano merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang memiliki akses terbatas dan minim pemukiman.
Lokasinya yang jauh dari pusat pemerintahan membuatnya ideal untuk mengisolasi para koruptor agar tidak memiliki kesempatan untuk kembali menjalankan pengaruhnya di dunia luar.
Dengan sistem pengamanan yang ketat, Enggano bisa menjadi lokasi yang cocok untuk membangun penjara dengan sistem yang lebih tegas
7. Pulau Rote (NTT)
Sebagai salah satu pulau paling selatan di Indonesia, Pulau Rote bisa menjadi pilihan strategis untuk membangun penjara khusus bagi koruptor.
Dengan kondisi alam yang cukup menantang serta jarak yang jauh dari pusat pemerintahan, para koruptor yang ditahan di sini akan benar-benar merasakan hukuman yang setimpal.
Pemerintah juga bisa membangun fasilitas pengawasan berbasis teknologi untuk memastikan tidak ada celah bagi tahanan untuk melakukan pelarian. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi