RADARSEMARANG.ID, Semarang — Presiden H Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saling bertemu minggu ini.
Indonesia dan Turki memperkuat hubungan bilateral dengan menyepakati 13 perjanjian kerja sama dalam berbagai sektor.
Kesepakatan ini ditandatangani oleh pejabat tinggi kedua negara dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2).
Presiden H Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan turut menyaksikan langsung penandatanganan tersebut.
Presiden H Prabowo menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara serta mendukung stabilitas global.
“Kemitraan ini adalah untuk kemakmuran rakyat kedua negara dan juga untuk bekerja demi tatanan dunia baru yang lebih baik mengarah ke perdamaian dan stabilitas dunia,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Presiden Erdogan menyatakan bahwa pertemuan bilateral antara Indonesia dan Turki membahas berbagai aspek kerja sama strategis.
“Dalam hal ini kami telah menandatangani sebanyak 13 perjanjian, mulai dari bidang energi, kesehatan, pertanian, industri pertahanan, komunikasi, hingga pendidikan,” ujar Erdogan.
Adapun 13 perjanjian kerja sama Indonesia Turki yang disepakati mencakup berbagai bidang penting, yaitu:
- Kerja sama bidang layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan antara Kementerian Agama RI dan Kepala Bidang Urusan Agama Republik Turki.
- Kerja sama di bidang energi dan sumber daya mineral antara Kementerian ESDM RI dan Kementerian Energi dan SDA Republik Turki.
- Kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI dan Dewan Pendidikan Tinggi Republik Turki.
- Kerja sama di bidang kesehatan dan ilmu kedokteran antara Pemerintah RI dan Pemerintah Turki.
- Kerja sama strategis di bidang industri pertahanan antara Kementerian Pertahanan RI dan Sekretariat Industri Pertahanan Kepresidenan Republik Turki.
- Peningkatan kerja sama di bidang perdagangan antara Kementerian Perdagangan RI dan Kementerian Perdagangan Republik Turki.
- Kerja sama di bidang pertanian antara Pemerintah RI dan Pemerintah Turki.
- Promosi dan fasilitasi investasi antara Pemerintah RI dan Pemerintah Turki.
- Pembentukan komite bersama untuk kerja sama industri antara Kementerian Perindustrian RI dan Kementerian Industri dan Teknologi Republik Turki.
- Kerja sama di bidang penyiaran televisi antara Turkish Radio Television Corporation (TRT) dan LPP TVRI.
- Kerja sama di bidang keradioan antara Turkish Radio Television Corporation (TRT) dan LPP RRI.
- Perjanjian kerja sama antara Anadolu Ajansi (AA) dan Kantor Berita Antara Indonesia.
- Pembentukan perusahaan patungan antara perusahaan pertahanan Republikorp asal Indonesia dan Baykar asal Turki untuk pembangunan pabrik drone di Indonesia.
Dengan kerja sama yang semakin erat, diharapkan hubungan Indonesia dan Turki terus berkembang untuk mendukung kepentingan bersama. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi