RADARSEMARANG,ID- Prabowo Subianto, nama yang kerap dicatut akhir-akhir ini sebagai calon Republik Indonesia setelah Joko Widodo.
Mengesampingkan hal politis, warganet ini membagikan salah satu cerita Prabowo Subianto yang memulangkan salah satu TKW ( Tenaga Kerja Wanita).
Disebut oleh akun @naniksdeyang, ia menceritakan kisah kebaikan hati Prabowo Subianto dalam memulangkan TKW asal Indonesia akibat tertahan di Malaysia selama 5 tahun.
Hal ini berawal setelah acara pilpres kemarin (15/2) Prabowo Subianto melakukan ziarah ke sebuah pemakaman bernama Karet.
Disaat bersamaan, ibunda dari Anissa ini terlihat menangis meraung-raung di pemakaman karet karena rasa rindu terhadap anaknya yang tidak bisa pulang ke Indonesia.
Melihat kedatangan sosok yang ia anggap bisa membantunya memulangkan sang anak, ibunda Anissa ini berlari dan mengatakan pada Prabowo untuk meminta tolong kepada Prabowo memulangkan putrinya tersebut.
Hal inilah yang menggerakkan hati Prabowo Subianto, lalu bergegas menelefon @naniksdeyang untuk mengurus kepulangan Anissa dari Malaysia.
Dalam sebuah video di akun pribadinya, @naniksdeyang bersama narasumber yang mengalami kejadian tersebut yakni seorang bernama Anissa .
Akun @naniksdeyang mengatakan hal yang menghambat kepulangan Anissa diakibatkan oleh kelengkapan dokumen yang kurang dibawa oleh Anissa.
Anissa mengaku bahwa passport miliknya tertahan di agen yang membawa ia ke Malaysia, dan agen tersebut setelah ditelusuri sudah bubar.
@Naniksdeyang mengaku ditugaskan oleh Prabowo Subianto menjemput dan mengurus kepulangan Anissa ke tanah air.
Karena masih awam dalam mengurus kepulangan TKW, @naniksdeyang yang untungnya memiliki relasi dengan Wamenaker, Afriansyah Noor.
Pengurusan ini memakan waktu yang tidak sebentar, tetapi @naniksdeyang berterimakasih kepada pihak KBRI yang cepat tanggap terhadap situasi tersebut.
Di akhir video, ia berharap agar masalah TKW ilegal yang jumlahnya mencapai 2 juta orang di Malaysia bisa segera menemui titik terang.
Ia mengaku sudah berbicara dengan Prabowo Subianto untuk bisa memulai program repatriasi yang diinisiasi Joko Widodo dan memulangkan tenaga kerja ilegal tersebut untuk diberi pekerjaan di Indonesia.
Editor : Tasropi