RADARSEMARANG.ID, Pemalang – Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Pemalang memicu bencana tanah longsor di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Jumat (6/2/2026) sore.
Peristiwa ini merenggut satu korban jiwa dan sempat melumpuhkan akses jalan antar desa.
Material longsor dari tebing setinggi sekitar 10 meter menimpa sebuah rumah warga dan menutup total jalan penghubung Desa Jojogan–Cikadu.
Akibat kejadian tersebut, seorang anak perempuan berinisial KP (9) meninggal dunia, sementara ibunya Y (35) mengalami luka-luka.
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menjelaskan, saat longsor terjadi kedua korban berada di dalam rumah.
Material tanah yang bergerak tiba-tiba membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri.
“Korban meninggal dunia adalah anak perempuan berinisial KP usia 9 tahun. Setelah dievakuasi, jenazah disemayamkan di rumah Kepala Desa Jojogan,” ujar Kapolres.
Sementara itu, korban selamat yakni Y, ibu dari korban meninggal, langsung dievakuasi warga dan petugas ke Puskesmas Watukumpul untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dideritanya.
Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga berdampak pada terganggunya mobilitas warga. Akses jalan utama yang tertutup material tanah dan batu sempat tidak bisa dilalui kendaraan.
Namun berkat kerja cepat aparat dan warga, akses jalan kini kembali normal. Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh personel Polsek Watukumpul, Koramil, serta masyarakat setempat.
“Material longsor yang menutup akses jalan sudah berhasil dibersihkan secara gotong royong, sehingga jalur penghubung Jojogan–Cikadu dapat kembali dilalui,” kata AKBP Rendy.
Pihak kepolisian mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Pemalang.(han)
Editor : Baskoro Septiadi