RADARSEMARANG.ID - Kabupaten Pemalang merupakan salah satu bagian dari Provinsi Jawa Tengah yang terletak di pesisir pantura.
Berdasarkan posisinya, Pemalang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pekalongan disebelah Timut, Kabupaten Tegal disisi barat, Selatan Berbatsan dengan Kabupaten Purbalingga, dan Laut Jawa di Utara.
Daerah yang terkenal dengan Nanasnya ini memiliki luas 1.115,30 Kilometer Persegi yang terdiri dari 14 Kecamatan dan 222 Desa/Kelurahan.
Namun dari 14 Kecamatan yang ada didalamnya, terdapat satu Kecamatan yang memiliki keunikan dari luas Wilayahnya.
Bantarbolang menjadi pemegang rekor kecamatan terluas di Kabupaten Pemalang dengan luas 139,19 Kilometer Persegi.
Hal ini menjadikan Bantarbolang memberi cakupan hingga 12,48 persen dari luas total Kabupaten Pemalang.
Tak hanya itu, ternyata Kecamatan Bantarbolang mengalahkan luas wilayah 3 Kota di Jawa Tengah.
Kota Tegal, Kota Surakarta, dan Kota Pekalongan ternyata memiliki luas wilayah yang lebih sempit dari Bantarbolang.
Menurut data dari Badan Puas Statistik (BPS) Kota Tegal sendiri memiliki luas 39,14 kilometer persegi, Kota Pekalongan dengan luas 45,25 kilometer persegi, dan Surakarta 44,03 kilometer persegi.
Dari data tersebut terlihat kecamatan Bantarbolang memiliki luas dari 3 hingga 4 kali lipat dari Kota-kota di Jawa Tengah tersebut.
Dengan luas tersebut, kecamatan Bantarbolang memiliki 17 desa/kelurahan yang ada didalamnya.
Kecamatan ini terkenal dengan hutannya yang luas yang sebagian besar merupakan hutan jati.
Hutan ini biasa ditemui saat melewati Jalan Raya Pemalang-Randudongkal yang memanjang dari utara ke selatan.
Menurut website pemalangkab.go.id Kecamatan Bantarbolang yang sebagian besar wilayahnya berupa hutan menjadi penghasil padi gogo terbesar di Kabupaten Pemalang.
Namun komoditas pertanian lainnya lebih rendah dibandingkan kecamatan lainnya. Kecamatan Bantarbolang juga merupakan penghasil terbesar buah rambutan.
Usaha peternakan yang sangat berkembang hanya jenis ternak kelinci dan menjadi sentra peternakan kelinci terbesar di Kabupaten Pemalang.
Editor : Baskoro Septiadi