Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Begini Kronologi Tawuran Pelajar di Pemalang yang Mengakibatkan Satu Anak Meninggal Dunia

Lutfi Hanafi • Kamis, 9 November 2023 | 03:36 WIB
SELIDIKI - Anggota Polres Pemalang saat menyelidiki lokasi tawruan antar pelajar di di Jalan Persawahan yang masuk wilayah Desa Banjaran Taman Kabupaten Pemalang.
SELIDIKI - Anggota Polres Pemalang saat menyelidiki lokasi tawruan antar pelajar di di Jalan Persawahan yang masuk wilayah Desa Banjaran Taman Kabupaten Pemalang.

RADARSEMARANG.ID, PEMALANG – Satu orang pelajar meninggal dunia dan beberapa lain luka-luka akibat tawaruan antar pelajar di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.

Dari kasus ini, satu orang pelajar ditetapkan Polres Pemalang, sebagai anak yang berhadapan dengan hukum, karena terbukti sebagai pelaku utama.

Dari berbagai sumber yang didapat radarsemarang.id, ini kronologi tawuran yang melibatkan dua kelompok pelajar dari SMP N 06 Taman dan SMP N 01 Taman.

Kejadian berawal adanya tantangan dari kelompok SMP N 06 Taman kepada pihak SMP N 01 Taman melalui sosial media Instagram salah satu pelajar Ridwan Riski Ananta, 15.

Tantangan disetujui, mereka sepakat akan bentrok di Jalan Persawahan yang masuk wilayah Desa Banjaran Taman Kabupaten Pemalang, pada Selasa (7/11) pukul 00.30 WIB.

“Dari keterangan saksi, awalnya mereka akan bentrok 3 lawan 3 pakai tangan kosong. Ternyata, kedua kelompok saling menyiapkan senjata tajam,” jelas Kapolres Pemalang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya di Polres Pemalang, Rabu (8/11).

Akibat bentrok menggunakan sajam jenis celurit, mengkibatkan salah satu pelajar Lazuardi Mukti Alamsyah,15, dari kelompok SMP N 06 Taman, mengalami luka tusuk di dada sebelah kiri. Sedangkan korban Raja Tri Bekti,15, dari kelompok SMP N 01 Taman mengalami luka bacok di dada sebelah kanan.

Panik salah satu temannya terluka parah, teman korban Angga Ramadan Maulana dan Zidane Zanzibar, membawa Lazuardi ke IGD RSI Al Ikhlas Pemalang, namun korban tidak terselamatkan dan meninggal dunia.

“Ada informasi orang kena bacok dan meninggal, salah satu petugas keamanan RS menghubungi kami. Dan anggota kami langsung bertindak, mengamankan pelaku yang terlibat dan barang bukti,” jelas Kapolres.

Di hari yang sama, anggota Polres setempat mengamnkan para saksi, serta barang bukti sajam, berupa clurit terbuat dari besi dengan panjang ± 70 Cm. serta pakaian yang dikenakan korban, yang sudah dipenuhi banyak darah.

Setelah dilakuka pemeriksaan dan pengumpulan data, ternyta korban meningggal Lazuardi,15, merupakan siswa Kelas X dari SMK Texmako Pemalang warga Desa Majalangu Kecamatan Pemalang. Korban diketahui selama ini tinggal di kos, dan kenal kelompok SMP N 06 Taman, karena sering nongkrong bareng. Selain itu, saksi lain Ridwan Riski Ananta juga merupakan siwaa kelas X dari SMK Satya Praja Petarukan.

“Para pelaku mengaku sajam yang dipakai, beli secara online. Kami sedang melacak penjualnya,” tegas Kapolres.

Atas kejadian tersebut, Kapolres Pemalang mengimbau, agar para orang tua untuk lebih sering melakukan pengawasan kegiatan  putra putrinya agar jangan sampai salah pergaulan yang berimbas pada kegiatan yang merugikan.

"Kami harapkan para guru atau pendidik juga melakukan pengawasan di lingkungan pendidikan dan semua elemen masyarakat,” tandasnya. (han)

Editor : Agus AP
#Tawuran ABG #TAWURAN #Tawuran 2 kelompok remaja #pemalang