Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Gadis asal Sragi Dibunuh di Pemalang, Saat Ditemukan Tubuh Diikat Batu agar Tenggelam

Nanang Rendi Ahmad • Kamis, 24 Agustus 2023 | 12:00 WIB

 

BERDUKA: Jenazah Rika Indriyani (inzet) saat dimakamkan di Desa Bulakpelem, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan Rabu (22/8).
BERDUKA: Jenazah Rika Indriyani (inzet) saat dimakamkan di Desa Bulakpelem, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan Rabu (22/8).

 

RADARSEMARANG.ID – Seorang gadis muda berseragam pramuka ditemukan tewas di aliran sungai yang berada dekat Pantai Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Pemalang Selasa (22/8).

Identitasnya kemudian diketahui sebagai Rika Indriyani, 20, warga Desa Bulakpelem, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Gadis nahas ini diduga tewas dibunuh dan ditenggelamkan.

Terungkapnya identitas ini menjawab teka-teki seragam pramuka yang tersemat di tubuh mayat.

Sempat menjadi kejanggalan karena pada seragam tersebut terpasang lencana (badge) Gugus Depan (gudep) SMA Negeri 1 Petarukan, Pemalang.

Namun tidak ada satu pun siswa sekolah tersebut yang dilaporkan hilang atau tidak masuk.

"Identitas nomor gudepnya memang betul mengarah ke sana. Tapi sudah kami cek dan data beberapa kali, siswa lengkap. Masuk semua," kata Kepala Kwartir Ranting (kwaran) Petarukan Susanto usai penemuan mayat.

Sebelum mayat ini ditemukan, di Kabupaten Pekalongan heboh kabar hilangnya Rika Indriyani.

Ketika muncul kabar penemuan mayat, atas saran beberapa pihak, keluarga mencoba datang ke rumah sakit di Pemalang tempat mayat diautopsi.

"Awalnya kami tidak mau dan tidak percaya, karena mayat itu pakai seragam pramuka. Adik saya kan sudah tidak sekolah," kata Kusmiyati, kakak kandung korban.

Namun Keraguan Kusmiyati akhirnya terjawab setelah melihat mayat secara langsung di RSUD Dr M Ashari, Pemalang.

Wajah adiknya, kata dia, memang sudah tidak begitu bisa ia kenali karena kondisinya yang mengenaskan.

"Tapi saya lihat tangannya, kakinya, kukunya, jari-jarinya dan beberapa ciri lainnya, akhirnya saya yakin itu adik saya," ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di rumah duka Rabu (23/8).

Rika sehari-hari bekerja sebagai pelayan warung masakan Padang di Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.

Keluarga terakhir melihatnya saat korban berpamitan berangkat kerja pada Minggu (20/8). Setelah itu hilang kontak.

Menurut Kusmiyati, hari itu Rika sempat berpamitan dengan rekan kerjanya akan pergi jalan-jalan.

Namun entah ke mana dan dengan siapa. Dari keterangan rekan kerja RI inilah Kusmiyati mendapat informasi soal pakaian terakhir yang dikenakan adiknya.

"Saya akhirnya semakin yakin kalau mayat itu adik saya setelah saya ditunjukkan pakaian yang ditemukan polisi," ucapnya.

Kepala Desa Bulakpelem Kristiawan mengatakan, polisi juga menemukan tiga batu besar yang diikat di tubuh korban.

Batu itu diduga dipasang agar korban tenggelam di air.

Mengutip pernyataan polisi, Rika diduga tewas dibunuh. Ia juga sempat menanyakan ke polisi ada atau tidaknya unsur pemerkosaan. Saat ini, kata dia, polisi belum bisa menyimpulkan.

"Kalau soal seragam pramuka itu diduga sengaja dipakaikan ke korban untuk menyamarkan identitas. Sumber seragam itu dari mana, belum tahu," jelasnya.

Jenazah Rika sudah dimakamkan pada Rabu (23/8) kemarin. Belum ada pernyataan resmi dari Polres Pemalang bahwa RI tewas dibunuh.

Kapolres Pemalang AKBP Yovan Fatika menyebut sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

"Kami juga kerja sama dengan polres tetangga untuk sama-sama kita ungkap kasus ini," terangnya. (nra/ton)

 

Editor : Agus AP
#Seragam Pramuka #SMA Negeri 1 Petarukan #Sragi #Rika Indriyani #gadis