Saat ini, minat membaca dan menulis masyarakat Indonesia semakin turun. Karena itu, pelatihan ini menjadi solusi untuk mengatasi persoalan guru, terutama dalam menulis. “Kalau sudah tidak ada yang menulis, tidak ada yang membaca bagaimana perkembangan di negeri ini?” kata Baehaqi, direktur Jawa Pos Radar Semarang saat pembukaan pelatihan menulis artikel popular di media massa melalui zoom meeting Sabtu (18/9/2021).
Ada 80 peserta yang berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Bahkan ada yang dari luar provinsi, seperti Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan pelatihan ke-127 yang digelar Jawa Pos Radar Semarang. “Ini luar biasa. Antusiasme guru untuk mengikuti sangat tinggi,” imbuhnya.
Pelatihan ini menghadirkan 3 narasumber. Yakni Suamanda Ika Novichasari (dosen Universitas Ngudi Waluyo), Supriyono (Tim PAK Guru Dinas Pendidikan Kota Semarang, dan Arif Riyanto (pimpinan redaksi Jawa Pos Radar Semarang).
Dekan Fakultas Komputer dan Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo Iwan Setiawan Wibisono mengatakan, kegiatan ini sebagai peningkatan mutu guru. Juga sebagai peningkatan sumber daya manusia dalam membangun kerja sama yang sehat. “Ini pelatihan kali kedua dari kami yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Semarang. Kami memfasilitasi guru dalam pelatihan menulis. Itu bisa digunakan untuk kenaikan pangkat juga,” ujarnya.
Sementara Supriyono berpesan kepada peserta untuk berani menulis artikel. Jangan menyerah dan jangan berhenti belajar. “Karena sekarang ini sudah generasi anak. Jadi guru-guru sekarang jangan berhenti mencoba untuk menulis. Biar tidak ketinggalan informasi baru juga harus banyak membaca,” pesan Supriyono. (cr8/mg11/ton) Editor : Agus AP