RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Kampanye Run for Rivers yang diinisiasi Sungai Watch menyelesaikan misi bersih-bersih sungai di Kota Pekalongan, Kamis pagi (7/5/2026).
Kegiatan dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dari Lapangan Mataram menuju garis finis di Museum Batik Pekalongan dengan jarak tempuh sekitar lima kilometer.
Tiga pendiri Sungai Watch asal Prancis, yakni Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib berlari bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekda Jateng Sumarno, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Plt Kabupaten Pekalongan Sukirman, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Gerry, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ricky Haryadi, serta sejumlah pejabat dari Pemerintah Kota Pekalongan dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga: Run for Rivers di Pekalongan, Gubernur Jateng: Target Kami Tahun 2028-2029 Zero Sampah
Tak hanya pejabat, sekitar 100 lebih pelari dari berbagai komunitas lari di Kota Pekalongan juga ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Rute lari dimulai dari Jalan Mataram menuju Jalan Sumatera, Jalan Irian Jaya, hingga Jalan Sulawesi. Di salah satu titik aliran sungai di Jalan Sulawesi, rombongan berhenti untuk melakukan aksi clean up atau bersih sungai.
Di lokasi itu, tumpukan sampah plastik terlihat memenuhi aliran sungai. Tim Sungai Watch bersama peserta kemudian turun langsung mengangkat sampah-sampah plastik dari sungai sebagai simbol kepedulian terhadap kondisi lingkungan perkotaan.
Usai aksi bersih sungai, rombongan kembali melanjutkan lari melewati Jalan Hayam Wuruk, Jalan Sultan Agung, melintasi Bundaran Taman Jetayu, hingga finish di Museum Batik Pekalongan.
Kedatangan rombongan disambut meriah masyarakat dan pengunjung museum. Para peserta juga diajak melihat koleksi batik sebelum acara ditutup dengan ramah tamah dan sarapan bersama.
Di sela kegiatan bersih sungai di Jalan Sulawesi, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan sampah paling efektif harus dimulai dari tingkat paling bawah, yakni rumah tangga, RT, RW, desa hingga kelurahan melalui program Desa Mandiri Sampah.
“Target kami menuju zero sampah tahun 2028-2029. Kehadiran teman-teman Sungai Watch hari ini menjadi trigger bagi kami untuk lebih semangat menangani sampah,” katanya. (han)
Editor : Baskoro Septiadi