RADARSEMARANG.ID, Pekalongan — Suasana tenang di sebuah Sekolah Dasar di Kota Pekalongan mendadak berubah heboh ketika sebuah spanduk misterius terpampang di pagar sekolah itu pada awal pekan.
Spanduk yang memuat tuduhan serius terhadap seorang oknum kepala sekolah tersebut viral di media sosial dan memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
Baca Juga: 5 Obat Jerawat Apotek Paling Ampuh 2025, Nomor 5 Bikin Kamu Terkejut
Dengan huruf besar dan narasi provokatif, spanduk itu menuduh sang kepala sekolah sebagai perusak rumah tangga orang lain.
Bahkan, terdapat kalimat berbahasa Jawa yang lebih tajam: “Dikeloni lan diutangi duite. Kasihan anak-anak korban selingkuhane dadi broken home.” Tidak hanya itu, spanduk tersebut ditutup dengan ajakan tegas: “Turunkan Kepala Sekolah Bermental Bobrok.”
Baca Juga: Kronologi Pria di Gringsing Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar
Spanduk itu sempat terlihat terpasang di pagar SD Negeri Baros, Kelurahan Kalibaros, Kecamatan Pekalongan Timur, sebelum menghilang tanpa jejak.
Kasat Intelkam Polres Pekalongan Kota, Iptu Maryoto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah turun ke lokasi namun tidak menemukan bukti kuat kapan spanduk tersebut dipasang dan siapa pelakunya.
“Kemungkinan dipasang hari Minggu. Setelah difoto, langsung dilepas,” ungkapnya. Upaya pencarian rekaman CCTV di sekitar lokasi pun masih belum menghasilkan titik terang.
Baca Juga: Pekalongan Open Dance Sport 2025: Balgis Kagum Dengan Olahraga dan Kompetisi ini
Viralnya foto spanduk tersebut membuat Dinas Pendidikan Kota Pekalongan bergerak cepat. Senin siang (17/11/2025), jajaran Dinas Pendidikan menggelar pertemuan tertutup dengan berbagai stakeholder—mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, Camat Pekalongan Timur, Lurah Kalibaros hingga Kepala BKPSDM Kota Pekalongan.
Pertemuan tersebut digelar untuk merespons gejolak yang mulai merambat ke lingkungan sekolah dan masyarakat.
Baca Juga: Waspada Penyakit Musiman Ini yang Sering Datang saat Musim Hujan Tiba
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, menegaskan bahwa pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan internal.
Ia menyadari bahwa isu yang muncul sangat sensitif, apalagi kemunculannya bertepatan dengan momentum Hari Guru.
“Kami akan terbuka terkait kasus ini jika semuanya terbukti. Kami ingin permasalahan ini diselesaikan secara elegan,” ujarnya.
Baca Juga: 4 Obat Insomnia Paling Ampuh di Apotek, Murah, Aman dan Bikin Cepat Ngantuk
Mabruri juga meminta agar pihak-pihak yang merasa dirugikan atau mengetahui masalah ini segera melapor langsung kepada Dinas Pendidikan.
Ia memastikan bahwa setiap laporan akan ditindaklanjuti secara resmi dan profesional.“Kami akan pasang telinga dan siap menerima laporan dari yang bersangkutan,” tambahnya.
Hingga kini, misteri siapa pemasang spanduk tersebut dan kebenaran tuduhan yang dilayangkan masih terus diselidiki.
Sementara itu, publik Pekalongan masih menunggu perkembangan lanjutan dari kasus yang mendadak menjadi perbincangan hangat ini.
Kepala BKPSDM Kota Pekalongan, Rusmani Budiharjo, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menegaskan bahwa jika benar ada oknum ASN yang terbukti melakukan pelanggaran, maka sanksi berat sesuai aturan kepegawaian siap dijatuhkan. (han)
Editor : Baskoro Septiadi