Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ribuan Santri Pekalongan Gelar Aksi Damai Dukung Ulama dan Pesantren, Minta Trans7 Dicabut Izinnya

Lutfi Hanafi • Kamis, 16 Oktober 2025 | 12:45 WIB
AKSI DAMAI - WaliKota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid mewakili pribadi dan Pemkot, menyatakan dukungan terhadap aksi santri, dan mengecam tayangan di Trans7, di gedung Aswaja, Rabu (15/10/2025).
AKSI DAMAI - WaliKota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid mewakili pribadi dan Pemkot, menyatakan dukungan terhadap aksi santri, dan mengecam tayangan di Trans7, di gedung Aswaja, Rabu (15/10/2025).
 
RADARSEMARANG.ID, Pekalongan — Ribuan santri, dan santriwati mengenakan pita hijau di lengan, tampak memenuhi halaman Gedung Aswaja Kota Pekalongan, Rabu (15/10/2025). Di bawah terik matahari, mereka bersatu dalam satu suara: menyerukan aksi damai bertajuk #BoikotTrans7, sebagai bentuk dukungan terhadap ulama dan pesantren, serta penolakan terhadap tayangan televisi yang dianggap melecehkan martabat dunia pesantren.
 
Baca Juga: Dua Incinerator Dipasang, Sampah dari Semua Kawasan Wisata Pekalongan Kini Diolah di Slamaran

Turut hadir, alumni, kyai, dan nyai dari berbagai pondok pesantren di Pekalongan dan sekitarnya hadir dalam aksi yang berlangsung penuh kedamaian ini. Mereka duduk lesehan dengan tertib, sebagian mengibarkan bendera hijau dan membawa poster bertuliskan “Bersamamu Kiai dan Pesantren”.
 
Baca Juga: Mas Aaf Ajak Paskibraka Pekalongan Jaga Sikap Positif di Tengah Gempuran Zaman

Aksi ini tidak hanya menjadi sorotan karena jumlah massanya, tetapi juga karena turut dihadiri dan dikawal langsung oleh WaliKota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid (Mas Aaf), bersama jajaran Forkopimda Kota Pekalongan, termasuk Kapolres, Dandim, Ketua DPRD, hingga perwakilan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri.
 
Baca Juga: Usai Megono dan Lopis Raksasa Lolos WBTb, Tauto Pekalongan Siap Menyusul

Dalam keterangannya, Mas Aaf menyampaikan apresiasi terhadap santri dan ulama yang memilih jalan damai dalam menyampaikan aspirasi. “Kota Pekalongan ini dikenal sebagai Kota Santri. Alhamdulillah para santri menanggapi polemik ini dengan cara yang bijak dan kondusif. Semua berlangsung tertib dari awal hingga akhir,” ujarnya.


Wali kota muda tersebut juga menegaskan bahwa Pemkot Pekalongan mendukung penuh sembilan tuntutan santri dan ulama, yang di antaranya meminta klarifikasi terbuka dan pencabutan izin siar terhadap tayangan yang dianggap menistakan pesantren.
 


“Kami satu pandangan. Sebagai kota dengan kultur santri yang kuat, kami ikut merasakan keresahan masyarakat terhadap tayangan yang tidak menghormati nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.
 


Langkah pengalihan lokasi aksi dari depan Transmart ke Gedung Aswaja, lanjutnya, dilakukan demi menjaga keamanan dan menghindari penyusupan pihak luar. “Kami berkoordinasi dengan para alumni dan Ketua PCNU, dan hasilnya, aksi berjalan tertib tanpa gesekan,” tambahnya.
 


Sementara itu, MH Habib, koordinator aksi, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar protes terhadap satu stasiun televisi, tetapi panggilan moral seluruh santri Nusantara untuk menjaga kehormatan pesantren dan kiai. “Siapa pun yang mencoba menyingkirkan pesantren dan ulama adalah musuh kami. Kami berdiri bersama kiai dan santri di seluruh Indonesia,” tegasnya lantang.
 


Senada, H. Dwi Wibowo, Ketua Alumni Lirboyo Pekalongan, menilai tayangan yang memicu kontroversi tersebut tidak mencerminkan etika jurnalistik. “Narasinya tidak mendidik dan merendahkan marwah pesantren. Bagi kami, pesantren adalah lembaga yang membentuk karakter bangsa, bukan sekadar tempat belajar agama,” ujarnya.
 


Tokoh NU Pekalongan, Muhtarom, dalam orasinya juga mengingatkan pentingnya mengingat sejarah perjuangan para kiai dan santri dalam kemerdekaan Indonesia. “Para kiai dan santri telah mengorbankan segalanya untuk negeri ini. Maka jangan pernah ada yang merendahkan jasa mereka,” katanya tegas disambut takbir ribuan santri.
 
 

Aksi damai #BoikotTrans7 ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keutuhan umat. Para peserta kemudian membubarkan diri dengan tertib, meninggalkan pesan kuat bahwa suara santri Pekalongan adalah suara perdamaian dan kehormatan.(han)
Editor : Baskoro Septiadi
#BoikotTrans7 #Kota Pekalongan #kyai #santri #PONPES #Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid #Demo Buruh #Aksi Damai #Mas Aaf