Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Peringati Hari Pahlawan, Habib Luthfi Berpesan Isi Kemerdekaan dengan Kemampuan Intelektual

Ida Nor Layla • Rabu, 13 November 2024 | 00:05 WIB

HARI PAHLAWAN : Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Pj Wali Kota Pekalongan Salahudin dan jajaran Forkopimda Kota Pekalongan saat memperingati Hari Pahlawan di TMP Prawirorekso Negoro.
HARI PAHLAWAN : Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Pj Wali Kota Pekalongan Salahudin dan jajaran Forkopimda Kota Pekalongan saat memperingati Hari Pahlawan di TMP Prawirorekso Negoro.
 

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan - Generasi muda harus bisa meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dengan kemampuan intelektual meningkatkan ketahanan nasional dan kemakmuran bangsa di berbagai bidang, terutama bidang ekonomi dan pertanian.

Hal tersebut terungkap saat memperingati Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Prawirorekso Negoro Jalan Kusuma Bangsa Kota Pekalongan Minggu 10 November 2024.

Ulama kharismatik Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya menekankan pentingnya memperingati Hari Pahlawan di TMP Prawirorekso Negoro. Bahkan memiliki tiga kunci perjuangan atas kembalinya Sang Saka Merah Putih.

“Sudah sepantasnya setiap tahun kita berziarah. Tapi apakah kita memahami siapa yang dimakamkan di sini,” kata Maulana Habib Luthfi dalam nada tanya.

Bangsa Indonesia, tegasnya, merupakan bangsa yang besar. Dengan perayaan Hari Pahlawan di TMP, adalah bukti bahwa para pahlawan memiliki kehormatan, memiliki harga diri, dan jatidiri yang menumbuhkan patriotisme luar biasa.

Habib Luthfi pun mengajak masyarakat untuk bertanya pada diri sendiri, siapkah melakukan regenerasi sebagai penerus para pahlawan untuk kejayaan Indonesia, untuk keutuhan Indonesia, dengan NKRI Jaya dan NKRI harga mati.

“Jangan dikira di alam kubur itu selesai. Beliau (para pahlawan, red) itu hanya pindah alam. Kalau kita membaca Yasin dan tahlil, beliau akan mengikuti membaca Yasin dan tahlil. Kita berdoa, beliau mengamini. Kita minta doa, beliau mendoakan,” jelasnya.

Para pahlawan yang sudah gugur itu, selalu mempersiapkan diri apabila negeri ini tidak aman, negeri ini akan digoyahkan. Para pahlawan itu siap keluar dari kuburnya untuk membantu para pejuang, demi NKRI.

“Malu rasanya kalau kita tak bisa meneruskan (perjuangan beliau, red). Saat ini, bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan kemampuan intelektual, terutama di bidang ekonomi, pertanian. Itu bagian dari ketahanan nasional. Apakah kita mengharapkan (bantuan, red) bangsa lain, tidak mungkin,” terangnya.

Peringatan Hari Pahlawan tersebut diawali dengan khataman Alquran yang dipimpin Habib Hasyim Basaiban di Aula TMP pada Sabtu malam 9 November 2024 pukul 20.00 WIB sampai selesai. Dalam kesempatan tersebut diikuti puluhan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mubarak.

Kemudian pada Minggu 10 November 2024 pukul 15.00 WIB dilakukan Kirab Merah Putih start dari Tugu Perjuangan dekat Stadion Hoegeng hingga finish di TMP Prawirorekso Negoro. Kirab kali ini diikuti peserta dari unsur TNI Polri, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, organisasi masyarakat (Ormas), pelajar, dan dan Pramuka.

Acara dilanjutkan dengan resepsi peringatan Hari Pahlawan sekaligus merayakan hari ulang Maulana Habib Luthfi ke-77 tahun di kediamannya Minggu malam 10 November 2024 pukul 20.00 WIB. Sekda Provinsi Jateng Soemarno, jajaran Forkopimda Kota Pekalongan, termasuk para pemuka agama. Di antaranya, pemuka agama Katholik, Kristen, Hindu, dan Budha. Bahkan Maulana Habib Luthfi melakukan memanjatkan doa, bersama dengan keempat pemuka agama sekaligus.

Peserta kirab diterima langsung oleh Plt Wali Kota Pekalongan Salahudin, bersama Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Kapolres Kota Pekalongan, Dandim Kota Pekalongan, Kajari Kota Pekalongan, dan lainnya.

Acara langsung dilanjutkan dengan agenda ziarah ke makam para pahlawan, dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil.

“Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya mengajak masyarakat di tempat lain untuk ikut serta mengadakan peringatan Hari Pahlawan di masing-masing kota. Sebab peringatan Hari pahlawan tak banya milik pemerintah dan negara, tapi milik seluruh masyarakat Indonesia,” kata Wakil Ketua Panitia Peringatan Hari Pahlawan Sri Sumardi.

Plt Wali Kota Pekalongan Salahudin menyatakan, Kirab Merah Putih tersebut untuk mengingatkan dan menjadi pelajaran bagi Masyarakat yang dilewati, bahwa untuk menegakkan merah putih itu perlu perjuangan ratusan tahun, membutuhkan banyak pengorbanan dari para pendahulu bangsa ini.

“Kita hadir di sini selain sebagai rasa sukur atas kemerdekaan yang kita rasakan, juga mendoakan para pahlawan, sekaligus untuk membatasi diri kita dari hal kurang baik. Kita harus belajar tentang kematian, supaya bisa lebih memahami tentang kehidupan,” jelasnya. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#TMP Prawirorekso Negoro #Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya #hari pahlawan 10 november