RADARSEMARANG.ID - Festival Durian 2024 yang berlangsung di Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, pada Minggu (14/1) itu dikabarkan sempat terjadi kericuhan.
Akibat dari kericuhan tersebut, dilaporkan lima orang dilarikan ke RSUD Kajen, dan korban lainnya ada yang kehilangan barang bawaanya.
Melansir dari METROPEKALONGAN.COM, lima orang telah dilarikan ke RSUD Kajen saat ini kondisinya dikabarkan membaik.
Meski begitu, banyak korban lain yang kehilangan barang bawaan mereka seperti ponsel atau handphone (HP) akibat dari kericuhan festival ini.
Diketahui, seorang remaja perempuan terlihat menangis ketika naik ke atas panggung karena kehilangan dua HP sekaligus, yaitu merk Vivo dan Infinix.
Menurut pengakuannya, kedua HP tersebut di dalam tas selempang yang ia pakai tergantung di depan perutnya.
"Posisi sleting tas saya masih tertutup pas HP sudah hilang. Sebelum hilang juga tertutup. Saya desak-desakan tadi, tidak kerasa," ucap korban.
Korban lain yang diketahui bernama Yunis Mei Saputri juga mengalami nasib yang serupa dengan kehilangan satu unit HP miliknya.
Namun, berbeda dengan korban sebelumnya, Yunis menemukan bahwa tasnya sudah terbuka dan HP-nya tidak ada di dalamnya meski softcasenya masih ada.
Yunis mengungkapkan “Tadi saya mau keluar karena berdesakan. Saya disorong-sorong dari sana-sini”.
“Pas sudah berhasil keluar, tas saya terbuka, HP tidak ada, tapi ini (softcase) masih ada," jelasnya.
Kejadian kericuhan ini mendapat respons dari Abdul Baqi, selaku Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan.
Menurut Abdul Baqi, kejadian kericuhan ini di luar prediksi panitia, namun pihaknya akan bertanggung jawab untuk mengurusnya.
Abdul Baqi menjelaskan “Iya, segera akan kami tanggung untuk yang terluka. Nanti kami urus. Untuk yang kehilangan, ya, tidak”.
Festival Durian 2024 yang berlangsung di Alun-alun Pekalongan itu, diperkirakan telah dihadiri oleh sekitar 20 ribu orang, baik pengunjung lokal maupun luar kota.
Dalam insiden ini, dilaporkan tidak ada korban jiwa akibat kericuhan yang terjadi meski beberapa orang mengalami pingsan, dan luka-luka akibat saling berdesakan.
Editor : Baskoro Septiadi