RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Rama Hoegeng, Cucu Jenderal Hoegeng Iman Santoso Rama Hoegeng dan keluarga, menghadiri peresmian Monumen Hoegeng di Kota Pekalongan.
Mewakili keluarga besar, turut menyampaikan pesan Kapolri ke-5 ini kepada seluruh anggota Polisi Republik Indonesia (Polri) dan masyarakat pada umumnya.
Diungkapkan Rama, keteladanan Kakeknya (Jenderal Hoegeng), tidak terlepas dari wasiat Kakek buyutnya (Bapak dari Jenderal Hoegeng) semasa hidupnya.
Dan wasiat tersebut, selalu dipegang teguh Jendral Hoegeng dan anak turunya sekarang.
Baca Juga: Jendral Hoegeng, Sosok Polisi Paling Berani dan Jujur Dibuatkan Monumen di Kota Pekalongan
“Wasiat dari buyut kami, menjadi pattern, turun temurun, hingga saat ini dan tetap kami pegang serta jadikan panduan pondasi dalam kami menjalankan hidup ini,” ucap Rama saat berikan sambutan dalam peresmian Monumen Jendral Hoegeng di halaman Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Sabtu sore (11/11).
Yang mana, wasiat tersebut sebuah pesan, ‘Geng kita sudah tidak punya apa-apa, yang tersisa hanya nama baik, maka jagalah nama baik tersebut sampai anak cucu’.
Pesan ini mengandung makna yang cukup dalam.
Yang mana untuk diketahui, lahir di Kota Pekalongan, Hoegeng merupakan anak sulung dari pasangan Soekarjo Kario Hatmodjo dari Tegal, seorang jaksa di Karesidenan Pekalongan. Dan ibunya adalah Oemi Kalsoem.
Walaupun saat itu menjadi anak orang berada, rumah mereka kami di Pekalongan pernah dihancurkan sampai rata dengan tanah oleh almarhum Bapaknya, saat penjajah masuk ke kota Pekalongan.
Dengan maksud tujuan agar rumah tersebut tidak digunakan oleh penjajah untuk semua hal yang berbau penjajah terhadap negeri ini.
Sehingga otomatis, keluarga mereka tidak memiliki rumah.
“Infonya, rumah kakek dulu ada di depan stasiun Kota Pekalongan, persisnya kami tidak tahu,” ucap Rama.
Jenderal Hoegeng juga sampai dihadirkan melalui ucapan dan pesannya.
"Terima kasih atas semua bantuan dan semua toleransi yang telah diberikan. Walaupun kita jauh sekarang, tetapi tetap di hati. Its Farewell But Nots Goodbye". (han)
Editor : Agus AP